
Dari kiri-kanan: Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Ketua DPD Sultan Baktiar saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/9/26) kemarin. (Antara/Fath Putra Mulya)PRIORITAS, 17/9/26 (Jakarta): Mengantisipasi fenomena El Nino. Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menyampaikan, anggaran untuk itu sudah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, termasuk menghadapi pressure dari berbagai macam kejadian yang tak terduga.
Suahasil yang kemarin menggantikan Purbaya, mengatakan lagi, alokasinya termasuk ke anggaran kebencanaan dalam APBN yang memiliki fleksibilitas untuk merespons berbagai situasi yang berkembang.
“Di dalam APBN 2026 telah ada anggaran yang memang disiapkan untuk bencana,” ujar Suahasil usai menghadiri Sidang Paripurna Luar Biasa Ke-2 Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/9/26) kemarin.
Disebutnya, fleksibilitas anggaran diperlukan agar pemerintah dapat merespons berbagai situasi yang tak terduga, termasuk potensi bencana alam dan kekeringan akibat fenomena El Nino.
“Tentu fleksibilitas anggaran sangat diperlukan untuk memastikan bahwa anggarannya responsif terhadap situasi yang berkembang, situasi bencana alam, situasi kekeringan dan yang lainnya harus kita tangani,” ujar Menkeu, dikutip media.
“Pressure dari berbagai macam kejadian yang tak terduga itu tentu harus kita tanggulangi untuk kebaikan masyarakat,” tambahnya meyakinkan.
Anggaran kebencanaan 2026 dinaikkan secara signifikan
Diberitakan sebelumnya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengungkapkan anggaran kebencanaan untuk 2026 dinaikkan secara signifikan menjadi Rp1,1 triliun menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto.
Disebut Said, anggaran kebencanaan tersebut sebelumnya sebesar Rp494 miliar.
Said mengatakan, peningkatan anggaran itu akan terus diupayakan. Dari anggaran tersebut terdapat dana on call sebesar Rp256 miliar. Selain itu, terdapat Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp5 triliun untuk penanganan kebencanaan serta dana pooling insurance sebesar Rp14 triliun.
Juga, sebagaimana Antara melansir, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp10 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. (P-*/jr)