Resident Evil: Film adaptasi dari ‘game’, langsung ‘ngegas’ dari awal

Rebecca Wilhelmina T
Rabu, 16 September 2026
5 menit membaca

PRIORITAS, 16/9/26 (Jakarta): Buat penggemar game “Resident Evil”, film terbaru garapan Zach Cregger mungkin terasa sedikit berbeda dari yang selama ini dibayangkan. Alih-alih membawa kembali karakter ikonik seperti Leon S. Kennedy, Claire Redfield, atau Chris Redfield, film ini justru memilih melihat kekacauan dunia “Resident Evil” dari sudut pandang orang biasa.

Tapi sesuatu yang pasti, meski hanya berdurasi 95 menit, film ini langsung “ngegas” dari awal.

Bayangkan kalau selama ini kita hanya melihat kejadian di Raccoon City dari perspektif karakter utama. Lalu, bagaimana jika kamera justru mengikuti seseorang yang sebenarnya bukan bagian penting dari cerita?

Seseorang yang tidak punya misi besar untuk menyelamatkan dunia, tidak tahu seluruh konspirasi yang sedang terjadi, dan hanya berusaha bertahan hidup ketika semuanya tiba-tiba berubah menjadi mimpi buruk.

Kurang lebih itulah sensasi yang ditawarkan “Resident Evil” versi Zach Cregger.

Seperti menjadi NPC di dunia “Resident Evil”

Menonton film ini terkadang terasa seperti melihat kejadian “Resident Evil” dari sudut pandang NPC. (Courtesy: Sony Pictures)

Salah satu hal menarik dari film ini adalah bagaimana Cregger membawa penonton ke dalam dunia “Resident Evil” tanpa membuatnya terasa seperti sekadar mengulang cerita dari game.

Film mengikuti Bryan, seorang kurir medis yang harus melakukan pengantaran ke Raccoon City General Hospital ketika sebuah wabah mulai mengubah situasi menjadi kacau. Berbeda dari karakter-karakter utama dalam game yang sudah memahami ancaman di hadapan mereka, Bryan berada dalam posisi yang jauh lebih “biasa.

Ia bukan pahlawan yang sejak awal siap menghadapi zombie dan monster. Ia hanya orang yang kebetulan berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.

Karena itu, menonton film ini terkadang terasa seperti melihat kejadian “Resident Evil” dari sudut pandang NPC (Non-Playable Character) alias “Karakter Bukan Pemain”, yaitu karakter dalam game yang tidak dapat dikendalikan secara langsung oleh pemain.

Kita tidak selalu tahu apa yang sedang terjadi, tidak selalu memahami asal-usul ancamannya, dan yang paling penting: tidak ada jaminan bahwa orang biasa akan selamat hanya karena mereka berada di dalam cerita.

Langsung “ngegas” dari awal

Dengan durasi sekitar 95 menit atau 1 jam 35 menit, “Resident Evil” menjadi salah satu film adaptasi live-action “Resident Evil” dengan durasi yang cukup singkat.

Namun, singkat bukan berarti terasa terburu-buru.

Justru salah satu kekuatan film ini adalah ritmenya yang terasa cepat. Dari awal, penonton sudah diajak masuk ke situasi yang tidak nyaman dan perlahan-lahan berubah menjadi kekacauan.

Film ini tidak terlalu lama berdiam diri untuk menjelaskan semuanya, sehingga pengalaman menontonnya terasa seperti sedang memainkan sebuah game survival horror.

Bahkan ada beberapa momen ketika pengambilan gambar dan situasinya membuat kita seperti sedang memegang controller sendiri. Ada rasa eksplorasi, ketegangan, ancaman yang bisa muncul kapan saja, sampai sensasi seperti sedang mencari jalan keluar dari sebuah level.

“Resident Evil” hanya berdurasi 1 jam 35 menit, tapi film ini terasa lama karena penonton sudah diajak tegang sejak awal. (Courtesy: Sony Pictures)

“Resident Evil” versi Zach Cregger

Ini mungkin bagian yang paling penting untuk dipahami: film ini memang “Resident Evil”, tetapi ini adalah “Resident Evil” versi Zach Cregger.

Cregger, yang sebelumnya dikenal lewat “Barbarian” dan “Weapons”, tidak mencoba membuat ulang cerita Leon atau karakter-karakter populer lainnya. Ia justru membuat cerita baru yang tetap berada di dunia “Resident Evil”.

Sang sutradara sendiri menyebut film ini sebagai bentuk kecintaannya terhadap game dan ingin membuat film yang terasa seperti pengalaman survival horror.

Menariknya lagi, Cregger sempat mengurangi unsur komedi dalam film setelah penonton uji coba merasa filmnya terlalu lucu. Menurutnya, setelah beberapa lelucon dikurangi, respons penonton justru menjadi lebih baik dan ia sendiri merasa hasil akhirnya lebih cocok dengan atmosfer horor yang diinginkan.

Hasilnya adalah film yang lebih fokus pada ketegangan, survival, aksi, dan rasa panik ketika berhadapan dengan sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari kemampuan manusia biasa.

Jadi, jangan berharap film ini menjadi versi layar lebar dari “Resident Evil 2” dengan Leon sebagai pusat cerita. Cregger mengambil dunia yang sudah dikenal, lalu memindahkan kamera ke sisi lain—ke seseorang yang hanya mencoba bertahan hidup ketika dunia di sekitarnya berubah menjadi mimpi buruk.

Film ini menghadirkan sejumlah aktor yang mengisi karakter utama dalam cerita. (Courtesy: Sony Pictures)

Para pemeran utama

Film ini menghadirkan sejumlah aktor yang mengisi karakter utama dalam cerita. Austin Abrams menjadi pemeran utama dengan memainkan karakter Bryan, seorang kurir medis yang mendadak harus bertahan hidup dalam situasi penuh teror.

Bryan bukan karakter yang sejak awal digambarkan sebagai prajurit atau ahli bertempur. Posisi tersebut membuat perjuangannya menghadapi wabah menjadi bagian penting dari cerita. Sony Pictures secara resmi menempatkan Abrams sebagai pemeran Bryan dalam daftar pemain utama film.

Zach Cherry juga menjadi bagian dari jajaran pemeran “Resident Evil” 2026. Aktor tersebut sebelumnya dikenal melalui sejumlah produksi televisi, termasuk “Severance”. Kehadirannya menambah jajaran karakter yang akan mengelilingi Bryan ketika situasi di Raccoon City semakin kacau.

Kali Reis turut membintangi film ini. Ia sebelumnya dikenal melalui perannya dalam serial “True Detective: Night Country”. Kehadiran Reis menjadi bagian dari pendekatan film yang menghadirkan karakter-karakter baru di luar tokoh utama yang sudah dikenal dari gim.

Paul Walter Hauser juga masuk dalam jajaran pemeran utama. Ia dikenal melalui sejumlah film seperti “I”, “Tonya”, “Richard Jewell”, dan “Cruella”, serta serial “Black Bird”. Dalam “Resident Evil” 2026, Hauser menjadi salah satu karakter yang menemani perjalanan cerita di tengah kekacauan yang terjadi.

Johno Wilson turut tampil dalam film terbaru ini. Karakternya berada di tengah situasi darurat yang terjadi ketika wabah mulai mengubah kondisi Raccoon City. Kehadiran karakter lokal membantu memperluas perspektif cerita, tidak hanya dari sisi Bryan sebagai kurir medis.

Film “Resident Evil” yang didistribusikan Sony Pictures itu sudah tayang di Indonesia mulai 16 September 2026. (P-*/rwt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025