Israel serang Suriah lagi dan culik dua orang

Jeffry Wuisan
Rabu, 19 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 19/8/26 (Damaskus): Pasukan Israel kembali menyerang Suriah, hari Rabu. Kali ini pasukan darat Israel menyerbu Quneitra, Suriah barat daya dan menculik 2 orang.

Serangan ini adalah yang kedua dalam dua hari berturut-turut. Sehari sebelumnya jet-jet tempur Israel menargetkan pangkalan udara militer di Idlib, barat laut Suriah.

Televisi pemerintah Suriah, seperti dikutip Beritaprioritas.com melaporkan pasukan Israel memasuki kota Jabata al-Khashab dengan lebih dari 100 personel dan 15 kendaraan militer.

Mereka menculik dua orang pemuda dan menggeledah rumah-rumah pada Rabu pagi.

Pada hari Selasa, pesawat tempur Israel melakukan delapan serangan udara yang menargetkan landasan pacu Pangkalan Udara Militer Abu al-Duhur di provinsi Idlib, menyebabkan kerusakan material pada infrastrukturnya.

Pasukan Israel juga menembaki daerah Wadi di desa Abdeen di pedesaan barat provinsi Daraa, Suriah selatan, pada hari Selasa.

Laporan yang dikeluarkan Pusat Studi Jusoor pada Senin mengungkapkan Israel telah memperkuat kehadiran militernya di Suriah selatan sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad yang digulingkan pada 8 Desember 2024.

Pasukan Israel telah membangun jaringan 11 pangkalan dan titik militer di dalam dan sekitar zona penyangga.

Lokasi militer Israel tersebar dari puncak Gunung Hermon di utara hingga Cekungan Yarmouk di selatan, dengan sebagian besar terkonsentrasi di Kegubernuran Quneitra, sementara beberapa meluas ke daerah pedesaan Damaskus dan Daraa.

Kesepakatan keamanan

Dalam dua surat yang dikirim ke PBB dan Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa, Suriah mengatakan serangan Israel terus berlanjut, termasuk serangan udara, penyusupan, dan penculikan, menghambat upaya stabilisasi serta mengancam akan semakin meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.

Suriah bagian selatan telah menyaksikan serangan Israel hampir setiap hari, termasuk penggerebekan, penggeledahan, penangkapan, dan pendirian pos pemeriksaan militer.

Pada 26 Juli 2026, Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mengatakan sedang berupaya mencapai kesepakatan keamanan dengan Israel.

“Jika kesepakatan itu berhasil, itu akan membuka jalan bagi perdamaian komprehensif tanpa melepaskan hak Suriah atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki”, katanya.

Israel telah menduduki sebagian besar Dataran Tinggi Golan Suriah sejak tahun 1967.

Sebelum jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir tahun 2024, Israel sering melakukan serangan terhadap posisi-posisi di Suriah yang diklaim terkait dengan pasukan yang didukung Iran.

Sejak kepergian Assad, Israel telah memperluas serangannya secara besar-besaran hingga mencakup gudang senjata dan posisi militer strategis di Suriah. (P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025