LPEM FEB UI sarankan BI tahan suku bunga di level 5,75 persen

Zamir Ambia
Rabu, 19 Agustus 2026
EKBIS 0 242
2 menit membaca

PRIORITAS, 19/8/26 (Jakarta): Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merekomendasikan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate di level 5,75 persen.

Rekomendasi tersebut berlaku untuk Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Agustus 2026.

Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan rekomendasi itu mempertimbangkan potensi kenaikan tekanan inflasi dalam beberapa bulan mendatang. Menurutnya, BI juga perlu menjaga ruang gerak untuk menentukan arah kebijakan moneter berikutnya.

“Bank Indonesia sebaiknya menahan suku bunga acuannya di 5,75% pada RDG guna menjaga ruang gerak untuk menaikkan suku bunga acuan di masa mendatang,” ucap Riefky dalam risetnya, Rabu (19/8/26).

Inflasi Berpotensi Meningkat

LPEM FEB UI mencatat inflasi Juli 2026 melambat menjadi 2,88 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut turun dari 3,34 persen yoy pada bulan sebelumnya.

Penurunan inflasi terutama berasal dari melemahnya inflasi harga bergejolak. Namun, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan.

LPEM FEB UI memperkirakan tekanan inflasi kembali meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Fenomena El Nino dan musim kemarau menjadi salah satu faktor pendorong.

Musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026.

“Kondisi tersebut berpotensi menekan pasokan hasil hortikultura di daerah-daerah penghasil karena musim kemarau diperkirakan melanda wilayah yang lebih luas. Selain itu, tekanan harga beras juga masih perlu menjadi perhatian,” ucap Riefky.

Tekanan Eksternal Mulai Mereda

Dari sisi eksternal, LPEM FEB UI melihat tekanan terhadap sektor keuangan Indonesia mulai berkurang. Kebijakan The Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuan turut mendukung kondisi tersebut.

Proses transisi kepemimpinan di BI juga berjalan lancar. Kondisi ini turut mendorong arus modal masuk ke Indonesia.

LPEM FEB UI menilai stabilitas eksternal memberi ruang bagi BI untuk mempertahankan suku bunga acuan. Tekanan eksternal juga mereda sementara.

Situasi geopolitik di Timur Tengah relatif terkendali dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat BI tidak menghadapi tekanan besar untuk menaikkan suku bunga demi menjaga stabilitas rupiah.

“Mempertahankan suku bunga tersebut juga akan menghindari penambahan tekanan yang tidak perlu terhadap sektor riil, karena hal itu akan meningkatkan biaya pendanaan,” tutur Riefky.

BI Perlu Menjaga Fleksibilitas

LPEM FEB UI menilai BI rate 5,75 persen masih menjadi pilihan tepat saat ini. Kebijakan tersebut juga memberi BI ruang untuk merespons potensi kenaikan tekanan inflasi.

Dengan mempertahankan suku bunga, BI dapat menjaga fleksibilitas kebijakan moneter. Langkah ini juga dapat membantu BI menyesuaikan kebijakan jika tekanan inflasi meningkat pada periode mendatang. (P-*r/Zamir Ambia)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025