Para lanjut usia (Lansia) dan penyandang disabilitas terlantar menerima bantuan di sela-sela peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Palu, Senin (17/8/26). (‘Courtesy’ Antara/Fauzi Lamboka)PRIORITAS, 17/8/26 (Palu): Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan lansia Sulteng sebesar Rp3,51 miliar. Bantuan tersebut juga menyasar para penyandang disabilitas terlantar di daerah ituTengah.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan bantuan itu saat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Palu pada Senin, 17 Agustus 2026. Ia berharap penerima memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Anwar Hafid. Pemerintah daerah menyalurkan bantuan melalui Program Bantuan Pangan Daerah (Panada). Program tersebut memberikan Rp200.000 setiap bulan selama 10 bulan.
Dengan skema tersebut, setiap penerima memperoleh total Rp2 juta selama 2026. Program Panada menyasar lansia dan penyandang disabilitas terlantar yang masuk desil 1 hingga 5. Data tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan penerima manfaat.
Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan 1.756 penerima manfaat. Mereka tersebar pada 12 kabupaten di Sulawesi Tengah. Pemerintah memberikan bantuan kepada penerima yang tinggal di panti maupun bersama keluarga.
Pemerintah berharap bantuan itu dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga. Selain itu, bantuan juga membantu penerima memenuhi kebutuhan pangan secara lebih layak. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Penerima bantuan tersebar pada sejumlah wilayah dengan jumlah yang berbeda. Kabupaten Sigi menjadi daerah dengan penerima terbanyak, yakni mencapai 777 jiwa. Selanjutnya, Kabupaten Poso menerima 259 jiwa dan Kabupaten Toli-Toli sebanyak 189 jiwa.
Kabupaten Donggala menerima 75 penerima, sedangkan Parigi Moutong mendapat 60 penerima. Kemudian, Buol menerima 60 penerima dan Tojo Una-Una juga mendapat 60 penerima. Morowali Utara memperoleh 60 penerima, sedangkan Morowali mendapat 36 penerima.
Kabupaten Banggai menerima 60 penerima dan Banggai Kepulauan juga mendapat 60 penerima. Sementara itu, Banggai Laut menerima 60 penerima manfaat. Dengan demikian, bantuan tersebut menjangkau wilayah yang memiliki kelompok rentan sesuai sasaran program.
Pemerintah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada dua perwakilan penerima dari Kabupaten Sigi. Mereka ialah Agus dari Desa Kota Rindau, Kecamatan Dolo, dan Asludin Tambumpole. Asludin berasal dari Desa Balaroa Pewunu, Kecamatan Dolo Barat.
Penyerahan simbolis tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum itu sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial. Pemerintah berharap bantuan tersebut memberi manfaat langsung bagi penerima.
Selain bantuan pangan, Dinas Sosial Sulawesi Tengah juga menyalurkan Program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Program tersebut menyasar masyarakat sangat miskin dan miskin pada tahap pertama. Pemerintah mengarahkan program itu untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga.
Penerima bantuan UEP tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah menggunakan data tersebut untuk menentukan sasaran program bantuan sosial. Dengan demikian, penyaluran bantuan dapat lebih terarah kepada kelompok yang membutuhkan.
Pada tahap pertama, pemerintah menyalurkan bantuan UEP kepada 639 kepala keluarga. Penerima tersebar di tujuh kabupaten di Sulawesi Tengah. Kabupaten Sigi mendapat alokasi 40 kepala keluarga, sedangkan Donggala menerima 100 kepala keluarga.
Kabupaten Banggai menerima 99 kepala keluarga, sedangkan Banggai Laut memperoleh 100 kepala keluarga. Tojo Una-Una juga menerima 100 kepala keluarga, demikian pula Kabupaten Poso. Sementara itu, Parigi Moutong memperoleh alokasi 100 kepala keluarga.
Melansir Antara News Sulteng, Program tersebut melengkapi bantuan pangan bagi lansia dan penyandang disabilitas terlantar. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar penerima. Melalui bantuan usaha, pemerintah juga mendorong keluarga miskin membangun sumber penghasilan yang lebih mandiri. (P-*Ant/sm)