PRIORITAS, 16/8/26 (Parigi Moutong): Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memastikan sawah hasil program cetak sawah baru mulai dimanfaatkan petani. Lahan tersebut tersebar di delapan kecamatan dan telah masuk tahap pengolahan lanjutan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong Dadan Priatna menyampaikan perkembangan tersebut. Ia mengatakan Kementerian Pertanian membiayai pengolahan lanjutan lahan sawah baru tersebut.
“Sudah masuk pengolahan lanjutan dibiayai Kementan, dengan begitu luas areal persawahan bertambah,” kata Dadan. Ia menyampaikan keterangan itu dari Palu, Minggu (16/8).
Program tersebut terealisasi seluas 283 hektare dari usulan awal seluas 1.000 hektare. Pemerintah menyebarkan lahan baru itu pada delapan kecamatan di Parigi Moutong.
Delapan kecamatan jadi sasaran cetak sawah
Delapan wilayah tersebut meliputi Parigi Selatan, Toribulu, Kasimbar, Tinombo Selatan, Ongka Malino, Bolano, Bolano Lambunu, dan Taopa. Tinombo Selatan menjadi wilayah dengan realisasi cetak sawah paling luas.
Dadan menyebut luas sawah baru di Tinombo Selatan mencapai lebih dari 100 hektare. Sebagian besar lahan tersebut baru menjalani satu kali musim tanam.
Saat ini, petani mulai memasuki tahap pengolahan lanjutan pada lahan tersebut. Pemerintah berharap pengolahan itu dapat mempercepat pemanfaatan seluruh sawah baru.
Dengan tambahan lahan itu, luas areal persawahan Parigi Moutong kini mencapai 63.283 hektare. Pemerintah memproyeksikan produksi panen mencapai lebih dari 317.361 ton gabah.
Teknologi pertanian dongkrak produktivitas
Pemerintah juga menyiapkan program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). Program tersebut akan mendukung budidaya padi berbasis teknologi pada musim tanam September hingga Oktober 2026.
Parigi Moutong mendapat kuota PM-AAS seluas 2.280 hektare. Pemerintah juga meningkatkan bantuan benih dari 25 kilogram menjadi 70 hingga 80 kilogram per hektare.
Dadan memperkirakan teknologi tersebut dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan. Produktivitas sebelumnya berada pada kisaran lima ton gabah per hektare.
Melalui penerapan teknologi, produktivitas tersebut berpotensi mencapai 10 ton per hektare. Dengan demikian, program tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan daerah.
Proyeksikan surplus beras Parimo makin besar
Parigi Moutong mencatat produksi 317.361 ton gabah kering giling (GKG) sepanjang 2025. Produksi tersebut menghasilkan lebih dari 180 ribu ton beras siap konsumsi.
Sementara itu, kebutuhan konsumsi beras masyarakat berada di kisaran 50 ribu ton per tahun. Pemerintah daerah menghitung surplus beras Parigi Moutong mencapai sekitar 130 ribu ton.
Dadan berharap produksi dan surplus beras kembali meningkat pada 2026. Penambahan sawah baru menjadi salah satu faktor pendukung pencapaian target tersebut.
Program cetak sawah juga membuka peluang peningkatan produksi bagi petani. Pemerintah kini mendorong pengelolaan lahan secara optimal agar sawah baru segera menghasilkan.
Selain memperluas areal tanam, pemerintah mengandalkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas. Strategi tersebut diharapkan menjaga Parigi Moutong sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Tengah.
Dengan tambahan 283 hektare sawah baru, pemerintah memiliki ruang lebih besar meningkatkan produksi. Apalagi, program pertanian modern akan mulai memperkuat budidaya pada musim tanam berikutnya. (P-*Ant/sm)