Presiden Pezeshkian ungkap temui pemimpin Iran Mojtaba Khamenei dalam kegelapan

Jeffry Wuisan
Rabu, 5 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 5/8/26 (Teheran):
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan ia bertemu secara khusus dengan pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei, tapi dalam suasana kegelapan dan tidak dapat melihat wajahnya hanya suara.


Menurut media Iran International mengutip sebuah sumber, Presiden Iran mengaku dibawa ke lokasi rahasia di Teheran dan hanya diizinkan berada beberapa menit di dalam mobil dengan jendela gelap dan kaca berwarna gelap bersama seorang pria yang diperkenalkan sebagai Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.

Pezeshkian tidak dapat melihat pria di sampingnya dan kemudian sempat bertanya apakah suara yang didengarnya benar-benar milik pemimpin tertinggi Iran.

Sumber mengatakan pertemuan itu hanya berlangsung beberapa menit, setelah itu presiden diminta untuk pergi.


Pertemuan itu sendiri merupakan konsesi yang diperoleh di bawah tekanan.

Kantor Khamenei menyetujuinya hanya setelah permintaan berulang kali dari Pezeshkian dan ancamannya untuk mengundurkan diri karena ia tidak mau melayani pemimpin Iran yang tidak ia lihat.

Presiden Pezeshkian diberitahu pertemuannya dengan pemimpin Iran yang baru bertentangan dengan praktik standar, karena tidak akan diterima di kediaman pemimpin seperti yang biasa dilakukan sebelumnya.

Sebaliknya, pengawal keamanannya mengantarkan Pezeshkian ke lokasi yang dirahasiakan di suatu tempat di Teheran.

Di sana, ia diturunkan dari kendaraannya sendiri dan didudukkan di belakang mobil komersial dengan jendela berwarna gelap, di mana, tampaknya, Khamenei sudah menunggu.

Tempat itu cukup gelap sehingga kedua pria itu tidak dapat saling melihat, dan pengawal Khamenei tidak mengizinkan jabat tangan. Percakapan dilakukan sepenuhnya melalui suara.

Perlakuan itu dilaporkan membuat Pezeshkian marah, yang menganggapnya sebagai penghinaan.

Menurut beberapa orang di kantor presiden, dia kemudian bertanya apakah orang di sampingnya itu benar-benar pemimpin tertinggi, karena dia hanya mendengar suara dalam kegelapan.

Pezeshkian kemudian meminta pertemuan kedua, kali ini di kediaman pemimpin tersebut. Namun permintaan tersebut sejauh ini telah ditolak.

Tak ada bukti otentik

Saat ini tidak ada bukti otentik keberadaan Mojtaba Khamenei, setelah ia disebut mengalami luka parah akibat serangan pengeboman AS dan Israel terhadap bunker rahasia di Teheran 28 Februari 2026 lalu.

Foto lama Mojtaba Khamenei. (instagram mojtaba khamenei.ir)

Mojtaba dikabarkan selamat, tetapi ayahnya, Ayatolah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat serta petinggi militer Iran tewas.

Beberapa pekan setelah kematian Ali Khamenei, Mojtaba dipilih sebagai pengganti ayahnya, namun sejak saat itu ia belum pernah tampil di publik Iran.

Belum ada satu pun rekaman audio atau video dirinya yang dirilis pemerintah Iran.

Tiga minggu lalu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperkirakan kemungkinan Mojtaba Khamenei telah terbunuh mencapai 90 persen.

Tetapi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu baru-baru ini mengatakan Mojtaba masih hidup.

Para petinggi pemerintah Iran sendiri pun tidak memberikan keterangan yang sama.

“Saya belum bertemu Mojtaba Khamenei selama periode ini, dan hanya sejumlah kecil orang yang bertemu dengannya,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam sebuah wawancara bulan Juli dengan program daring The Story of the War.

Sehari kemudian, Pezeshkian mengatakan dalam pidatonya jumlah pertemuan dengan pemimpin Iran tersebut telah meningkat.

Pada pertengahan Mei, Pezeshkian mengatakan kepada perwakilan asosiasi perdagangan ia telah menghabiskan dua setengah jam dengan pemimpin baru tersebut dalam suasana yang ramah.

Meskipun begitu, kesaksian Pezeshkian, masih sulit dipercaya publik Iran, karena tanpa ada bukti nyata yang menunjukkan keberadaan Mojtaba Khamenei.

Hingga saat ini, rekaman video maupun foto yang beredar hanyalah arsip lama.

Pihak otoritas Iran memutuskan tidak ada gambar baru dari Mojtaba Khamenei yang akan dirilis.

Komandan senior di Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sekaligus anggota Komisi Keamanan Nasional parlemen Iran, Salar Velayatmdar, beberapa bulan lalu (24/4/2026), mengatakan keputusan ini diambil bukan tanpa alasan.

Langkah tersebut diambil karena adanya kekhawatiran keamanan yang mencakup berbagai spektrum ancaman.

Salahsatunya mengenai ancaman dari dunia metafisika atau ilmu sihir yang dianggap nyata sebagian elite militer Iran. (P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan