PRIORITAS, 3/8/26 (Gorontalo): Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit infeksi emerging (PIE) atau penyakit infeksi baru yang berpotensi menjadi wabah. Wujud langkah itu berupa peningkatan kapasitas Tim Gerak Cepat (TGC) bersama Kementerian Kesehatan.
Pelatihan intensif selama enam hari
Melansir siaran pers di laman dinkes.gorontaloprov.go.id, Kepala Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan penguatan kapasitas dilakukan melalui pelatihan kesiapsiagaan, kewaspadaan dini, dan respons terhadap penyakit infeksi emerging.
Pelatihan berlangsung selama enam hari, mulai 3 hingga 8 Agustus 2026, di Kota Gorontalo. Peserta kegiatan tersebut adalah petugas kesehatan yang tergabung dalam Tim Gerak Cepat. Hal itu guna meningkatkan kemampuan mendeteksi serta menangani ancaman penyakit menular sejak dini.
Fokus pada deteksi dini dan respons cepat
Pelatihan tidak hanya membahas penanganan kasus, tetapi juga memperkuat sistem kewaspadaan di pintu masuk wilayah. Selain itu untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor apabila terjadi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap seluruh petugas mampu melakukan deteksi dini, pelaporan cepat, investigasi epidemiologi, hingga respons yang tepat terhadap penyakit infeksi baru yang berpotensi menyebar di masyarakat.
Antisipasi ancaman penyakit global
Sementara itu, melansir laman infeksiemerging.kemkes.go.id, penguatan kesiapsiagaan menjadi penting karena berbagai penyakit infeksi emerging masih menjadi ancaman di tingkat global. Kementerian Kesehatan secara berkala memantau perkembangan penyakit seperti COVID-19, Mpox, polio, flu burung (Avian Influenza), hingga penyakit virus lainnya yang berpotensi masuk ke Indonesia.
Menurut Anang, kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci agar daerah mampu merespons cepat jika menemukan kasus yang berpotensi berkembang menjadi wabah.
Perkuat sistem kesehatan daerah
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap sistem surveilans kesehatan semakin kuat, koordinasi antarinstansi semakin efektif, dan kemampuan Tim Gerak Cepat dalam menangani ancaman penyakit infeksi emerging terus meningkat.
Kesiapsiagaan yang lebih baik, akan dapat menekan risiko penyebaran penyakit sehingga perlindungan kesehatan masyarakat di Gorontalo semakin optimal. (P-*r/sm)