Ubah wajah perbatasan, NTT targetkan kawasan bebas perdagangan Indonesia-Timor Leste segera terwujud

Giovanni Riung
Rabu, 29 Juli 2026
EKBIS 0 199
2 menit membaca

PRIORITAS, 29/7/26 (Jakarta): Pembentukan Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Timor Leste dinilai menjadi peluang emas bagi Nusa Tenggara Timur. Gubernur NTT, Melki Laka Lena, optimistis langkah ini mampu mengubah kawasan perbatasan dari wilayah pinggiran menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Melki menegaskan bahwa posisi geografis NTT yang menempel langsung dengan Timor Leste merupakan keutamaan strategis. Keunggulan tersebut harus dieksekusi secara nyata untuk mendongkrak arus investasi, perdagangan, dan industri di kedua belah negara.

Guna merealisasikan rencana besar ini, Pemerintah Provinsi NTT menargetkan seluruh persiapan teknis rampung pada tahun ini atau paling lambat tahun depan. Proses tersebut berjalan beriringan sambil menanti payung hukum resmi dari pemerintah pusat.

Sejumlah langkah konkret kini tengah digodok daerah, mulai dari penyusunan pra-studi kelayakan, penentuan batas wilayah, hingga identifikasi kebutuhan infrastruktur penunjang. Pemprov NTT juga terus berkonsolidasi dengan pemerintah daerah perbatasan, akademisi, dan pelaku usaha setempat.

Komunikasi dengan pihak Pemerintah Timor Leste pun dilaporkan berjalan sangat positif. Kedua belah pihak menyambut baik gagasan ini karena diyakini akan saling menguntungkan perekonomian masyarakat di sepanjang garis perbatasan.

Di sisi lain, keberhasilan FTZ diakui tidak cuma bergantung pada kesiapan fisik dan regulasi, melainkan juga peran aktif warga lokal. Masyarakat di daerah perbatasan terus diberikan edukasi agar siap beradaptasi dengan naiknya standar perdagangan kelas antarnegara.

Melki menambahkan, kehadiran kawasan perdagangan bebas ini harus menjadi momentum bagi NTT untuk berhenti menjual komoditas mentah. Komoditas lokal seperti ternak sapi, kopi, jambu mete, hingga tenun wajib diolah di dalam daerah demi menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja baru. (P-Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025