
Jatuh bangun para pemain Curacao -pendatang baru di Piala Dunia- meladeni keperkasaan Timnas Jerman. (‘Courtesy’ Fifa.com)PRIORITAS, 15/6/26 (Houston, Amerika Serikat): Tampil meyakinkan di awal-awal laga, Timnas Curacao sempat mengejutkan Timnas Jerman pada menit ke-21. Livano Comenencia melepaskan tembakan kaki kiri dari tengah kotak penalti yang menembus kerumunan pemain Die Mannschaft dan bersarang di gawang Manuel Neuer.

Kejutan itu terjadi pada laga Grup E Piala Dunia 2026 yang digelar di Houston Stadium, Houston, Amerika Serikat (AS), Minggu (14/6/26) siang waktu setempat, atau Senin (15/6/26) pagi WIB. Sayangnya, pendatang baru dari negara yang hanya berpenduduk 150.000 jiwa ini harus kebobolan 7 kali dan kalah 1-7 pada akhirnya.
Namun, meski kalah besar, Curacao tetap memiliki alasan untuk tersenyum. Tim asal Karibia itu berhasil mencetak gol pertama dalam sejarah mereka di Piala Dunia.
Demikian rangkuman laporan jurnalis Beritaprioritas.com, Jeffrey Rawis dari Everette, Seattle, Washington State, AS, yang dikompilasi dengan berbagai sumber, ihwal penampilan bersejarah debutan Piala Dunia, Curacao yang diarsiteki pelatih asal Belanda, Dick Advocaat itu.

Ya, Timnas Jerman memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak. Die Mannschaft menghajar debutan Curacao 7-1 pada laga Grup E tersebut.
Hanya saja, Curacao sempat mengejutkan Jerman pada menit ke-21. Livano Comenencia melepaskan tembakan kaki kiri dari tengah kotak penalti yang menembus kerumunan pemain dan bersarang di gawang Manuel Neuer. Gol tersebut membuat skor menjadi 1-1 sekaligus menjadi gol pertama Curacao sepanjang sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.
Di tribun, para suporter Curacao yang hadir di stadion langsung merayakan momen bersejarah tersebut. Maklum, negara berpenduduk sekitar 150 ribu jiwa itu menjadi negara terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia, seperti dilansir NBCNews.com. Tapi setelah gol itu, pertandingan sepenuhnya menjadi milik Jerman.
Jerman mendominasi
Tersebutlah Nico Schlotterbeck mengembalikan keunggulan Jerman lewat sundulan pada menit ke-38, 2-1. Kai Havertz (striker Arsenal) kemudian memperbesar skor menjadi 3-1 melalui penalti pada injury time babak pertama.
Di babak kedua, pasukan Julian Nagelsmann semakin tak terbendung. Jamal Musiala mencetak gol pada menit ke-47, disusul Nathaniel Brown pada menit ke-68. Deniz Undav ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-78.
Selanjutnya Havertz menutup pesta gol Jerman lewat gol keduanya pada menit ke-88.
Jerman sebelumnya sudah membuka keunggulan lebih dulu melalui Felix Nmecha pada menit keenam berkat assist Florian Wirtz.
Adapun kemenangan ini menjadi awal yang menjanjikan bagi Jerman yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan misi mengembalikan kejayaan mereka.
Dikethui, sejak menjuarai Piala Dunia 2014, Jerman selalu gagal lolos dari fase grup pada edisi 2018 di Rusia dan 2022 di Qatar. Karena itu, kemenangan meyakinkan atas Curacao menjadi sinyal positif bagi tim asuhan Julian Nagelsmann.
Rekor Pelatih
Pertandingan ini juga mencatat sejarah lain. Laga yang mempertemukan dua pelatih dengan rentang usia terjauh dalam sejarah Piala Dunia.
Sebab,,pelatih Curacao, Dick Advocaat yang berusia 78 tahun menjadi pelatih tertua dalam sejarah turnamen, sementara Julian Nagelsmann yang berusia 38 tahun merupakan pelatih termuda di Piala Dunia 2026.
Berikutnya Jerman akan menghadapi Pantai Gading di Toronto. Sementara Curacao akan berjumpa Ekuador dalam upaya meraih poin pertama mereka di Piala Dunia.
Susunan pemain
Jerman: Manuel Neuer; Nathaniel Brown (David Raum 73′), Nico Schlotterbeck, Jonathan Tah (Antonio Ruediger 73′), Joshua Kimmich (Waldemar Anton 83′); Felix Nmecha (Leon Goretzka 73′), Aleksandar Pavlovic; Florian Wirtz, Jamal Musiala (Deniz Undav 64′), Leroy Sane, Kai Havertz
Curacao: Eloy Room; Deveron Fonville, Armando Obispo, Riechedly Bazoer, Sherel Floranus; Leandro Bacuna, Livano Comenencia; Juninho Bacuna, Tahith Chong (Gervane Kastaneer 83′), Sontje Hansen (Jeremy Antonisse 46′); Jurgen Locadia (Jearl Margaritha 65′). (P-*r/Dtk/jr)

