Syukur! Peringatan tsunami resmi dicabut, Gubernur Yulius minta daerah bergerak cepat data kerusakan

Sem Muhaling
Senin, 8 Juni 2026
Bencana DAERAH 0 173
2 menit membaca

PRIORTAS, 8/6/26 (Manado): Kabar melegakan terkait peringatan dini tsunami  bagi masyarakat Sulawesi Utara dan sekitarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mencabut peringatan dini tsunami yang sebelumnya diberlakukan menyusul aktivitas gempa yang berpotensi memicu gelombang laut.


Pencabutan status tersebut disambut syukur oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur karena ancaman tsunami yang sempat mengkhawatirkan akhirnya tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Puji Tuhan, ancaman tsunami sudah dicabut. Kita bersyukur karena masyarakat dapat terhindar dari potensi bencana yang lebih besar,” ujar Gubernur Yulius sebagaimana dilansir dari Sulutnow

Fokus beralih ke pendataan dampak dan kerusakan

Meski ancaman tsunami telah berakhir, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh lengah. Ia meminta seluruh kepala daerah di wilayah terdampak segera melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap berbagai kerusakan yang mungkin terjadi akibat gempa.


Pendataan tersebut mencakup kerusakan rumah warga, fasilitas umum, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, infrastruktur jalan, jembatan, hingga fasilitas pelayanan publik lainnya yang terdampak guncangan.

Menurutnya, data yang akurat sangat penting sebagai dasar bagi pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dalam menentukan langkah penanganan dan bantuan bagi masyarakat.

Koordinasi lintas daerah harus diperkuat

Gubernur juga meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta unsur relawan yang berada di lapangan.

Ia menekankan bahwa kecepatan pelaporan akan sangat membantu proses penanganan pascabencana sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi.

Selain melakukan pendataan, pemerintah daerah diminta terus memantau kondisi masyarakat dan memastikan tidak ada warga yang membutuhkan bantuan darurat namun belum terjangkau layanan pemerintah.

Ancaman tsunami dicabut, masyarakat diminta tetap waspada

Walaupun status ancaman tsunami telah dicabut, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan BMKG maupun pemerintah daerah.

Gubernur Yulius menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, seluruh jajaran pemerintah diminta tetap siaga menghadapi kemungkinan perkembangan situasi di lapangan, sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran.(P-sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan