
Suasana ketika Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono melakukan silaturahmi dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (8/5/26) malam lalu. (‘Courtesy’ Kompas.com/Dok/ Ist)PRIORITAS, 10/5/26 (Solo): Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar mengatakan, dirinya datang bersilaturahmi dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (8/5/26) malam lalu, sekaligus melaporkan capaian swasembada pangan yang berhasil diraih pemerintah pada 2025.

Disebutnya, capaian itu disebut sesuai target yang pernah diberikan Jokowi saat dirinya dilantik menjadi wakil menteri pertanian, 2024 lalu.
“Saya pernah dilantik sebagai wakil menteri di era Presiden Jokowi, waktu itu dengan tugas dan target yang jelas, bagaimana mencapai swasembada pangan secepat-cepatnya,” ujar Sudaryono dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (9/5/26) kemarin.
“Dan dalam kesempatan silaturahmi ini saya juga melaporkan ke Pak Jokowi bahwa swasembada telah kita raih di tahun 2025 dan akan kita teruskan,” tambahnya lagi.

Sudaryono lanjut mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas perkembangan sektor pertanian nasional hingga pentingnya kesinambungan pembangunan untuk menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat kita.
Petani ‘happy’
Sementara mengenai keberhasilan swasembada pangan, ditandai dengan berhentinya impor beras serta meningkatnya kesejahteraan petani di berbagai daerah.
Bahkan, pemerintah juga telah menaikkan harga gabah menjadi Rp6.500 per kilogram untuk memberikan nilai ekonomi yang lebih baik kepada petani.
“Alhamdulillah, sebagaimana juga Pak Jokowi ketahui sekarang ini kita tidak lagi impor beras, kemudian harga gabah juga kita naikkan menjadi Rp 6.500 dan petani happy,” ujar Sudaryono yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah ini.
Ketersediaan pupuk, dukungan pengairan hingga pembelian hasil
Di samping itu, pemerintah disebut berhasil menjaga ketersediaan pupuk bagi petani melalui pemberian diskon harga hingga 20 persen.
Lalu, dukungan pengairan dan pembelian hasil panen dengan harga yang baik turut meningkatkan optimisme petani dalam mendukung produksi pangan nasional.
Apresiasi Jokowi
Sementara itu, Jokowi disebut mengapresiasi perkembangan sektor pertanian nasional.
Berdasarkan pengamatan mantan presiden tersebut, kondisi petani saat ini dinilai semakin baik karena adanya dukungan pemerintah terhadap hasil panen, pupuk, hingga pengairan.
“Pak Presiden Jokowi juga mengapresiasi dan menyampaikan bahwa pengamatan beliau itu memang petani saat ini dalam kondisi yang baik, bahagia, karena hasil panennya didukung pemerintah, pupuknya cukup, pengairannya ada, dan harga panen raya juga dibeli dengan harga yang baik,” tutur Sudaryono menjelaskan.
Minta arahan Jokowi
Bukan hanya melaporkan capaian sektor pertanian, Sudaryono juga mengaku meminta arahan dan masukan dari Jokowi terkait pelaksanaan tugasnya sebagai wakil menteri pertanian.
Sebab Sudaryono menilai, pengalaman dan pandangan Jokowi masih penting sebagai bekal menjalankan program pembangunan, khususnya di bidang pangan.
“Saya merasa bangga dan bahagia pada hari ini bisa bersilaturahmi dengan Pak Jokowi dan bisa bertatap muka. Kami mendoakan semoga Pak Presiden Jokowi senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran segala urusannya,” ujar Sudaryono yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), dilansir Kompas.com.
Lalu Sudaryono menegaskan, pentingnya menjaga sinergi dan kesinambungan pemerintahan agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Dan sinergi terus untuk bagaimana pemerintahan berjalan ini bisa terlaksana dengan baik, program-program bisa terlaksana dengan baik. Kami mohon arahan selalu,” demikian Wamentan Sudaryono. (P-*r/Kps/jr)

