Kemnaker transformasi BLK jadi inkubator bisnis untuk dukung Indonesia Emas 2045

Giovanni Riung
Sabtu, 9 Mei 2026
EKBIS 0 216
2 menit membaca

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Prof. Yassierli, Ph.D. (Dok. Humas Kemnaker).


PRIORITAS, 9/5/2026 (Bandung): Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan transformasi Balai Latihan Kerja sebagai pusat pengembangan talenta, inkubator bisnis, dan klinik produktivitas guna memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Pernyataan tersebut disampaikan Yassierli saat memberikan arahan kebijakan ketenagakerjaan tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/5/2026).

Menurut Yassierli, BLK kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pelatihan kerja, tetapi juga diarahkan menjadi pusat inovasi dan pengembangan kompetensi yang mampu menjawab kebutuhan dunia industri modern.


“BLK tidak hanya sekadar menjadi tempat pelatihan, tetapi juga dikembangkan sebagai Talent and Innovation Hub, klinik produktivitas, serta inkubator bisnis,” ujar Yassierli.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dalam memperkuat sistem pelatihan vokasi yang adaptif, inklusif, dan selaras dengan kebutuhan industri nasional maupun global.

Dalam arahannya, Yassierli memaparkan strategi ketenagakerjaan Indonesia periode 2025–2029 yang mencakup penguatan link and match antara pendidikan vokasi dan industri, optimalisasi BLK, perlindungan pekerja informal, hingga penyediaan pekerjaan layak dan inklusif.

Kemnaker juga mulai menerapkan pendekatan user journey approach dalam pengelolaan BLK untuk memastikan pencari kerja mendapatkan layanan yang lebih terintegrasi, mulai dari pendaftaran, pelatihan, hingga penempatan kerja.

Selain itu, metode pelatihan berbasis proyek atau Project-Based Learning (PBL) serta program magang langsung di industri diperkuat agar lulusan memiliki pengalaman praktis dan siap masuk ke dunia kerja.

“Kemnaker mendesain ulang alur layanan BLK agar lebih berfokus pada kebutuhan pencari kerja,” katanya.

Yassierli menambahkan, BLK akan memperluas kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, perguruan tinggi, serta komunitas guna memperkuat ekosistem pengembangan SDM nasional.

Dalam pengelolaan program pelatihan, BLK juga akan memanfaatkan sistem berbasis teknologi informasi untuk memetakan kebutuhan pasar kerja secara lebih akurat dan mempercepat evaluasi program.

Selain penguatan pelatihan, Kemnaker turut menekankan pentingnya peran kehumasan dalam memperluas akses informasi masyarakat terhadap layanan BLK.

“Dengan sinergi data, kolaborasi yang kuat, dan pendekatan humas yang proaktif, kami yakin BLK akan menjadi motor penggerak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Yassierli. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan