PRIORITAS, 6/5/26 (Jakarta): Upaya menemukan energi untuk memenuhi kebutuhan domestik terus digencarkan Pemerintah Indonesia. Dan terkini, melalui SKK Migas, berhasil menemukan potensi 13 sumur minyak dan gas bumi (Migas) baru di kawasan transmigrasi Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Total cadangannya diperkirakan minyak sebesar 0,96 juta barel atau nyaris 1 juta barel, suatu jumlah yang besar dan bisa menambah kemampuan nasional untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
“Untuk potensi gasnya itu 11,64 miliar kaki kubik, untuk minyaknya 1 juta barel,” ujar Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto dalam konferensi pers Pertemuan Kepala SKK Migas dengan Menteri Transmigrasi di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Senin (4/6/26) awal pekan ini.
Dalam penelusuran Beritaprioritas.com, total kebutuhan minyak Indonesia per 2026 mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari (bph), di mana sebagian besar dipenuhi melalui impor.
Adapun produksi domestik (lifting) hanya berkisar 600.000-610.000 bph, sehingga Indonesia mengimpor sekitar 1 juta bph untuk memenuhi konsumsi harian tersebut.
Dikelola PT PHSS, anak perusahaan Pertamina
Terkait 13 sumur tersebut, menurut Djoko Siswanto, merupakan sumur baru yang nantinya akan dibor oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), anak perusahaan Pertamina.
Dikatakan, salah satu dari 13 sumur tersebut merupakan sumur pengembangan MUT-346 OS HZ dengan target laju produksi sebesar 7,3 juta kaki kubik gas per hari. Adapun proyeksi cadangan gas di sumur tersebut sebesar 3,6 miliar kaki kubik gas. 1 juta kaki kubik gas setara dengan 1.000 MMBTU.
Bila aasumsi harga gas 7,7 dolar AS per MMBTU pada 2026–2031 dan nilai tukar dolar terhadap rupiah Rp17 ribu, diperkirakan nilai cadangan tersebut setara dengan Rp471 miliar.
Kemudian, pendapatan kotor dari pengembangan sumur tersebut diperkirakan sekitar Rp355 miliar, dan kisaran pendapatan pemerintah berada di angka Rp87 miliar setelah pajak.
“Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kami mulai ngebor,” ujar Djoko Siswanto lagi, dikutip Antara.
Diketahui, di luar dari 13 sumur baru tersebut, saat ini PHSS telah mengelola 79 sumur yang berlokasi di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja, Kaltim.
Pemanfaatan lahan transmigrasi
Karena itulah, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Transmigrasi dalam pemanfaatan lahan transmigrasi untuk kegiatan eksplorasi produksi Migas ini.
“Saat ini, minyak dan gas bumi sangat dibutuhkan masyarakat. Kita mencari minyak di luar pun tidak mudah, kalaupun ada juga harganya mahal. Ini sangat strategis,” kata Djoko Siswanto meyakinkan. (P-*r/se)