
Presiden Prabowo Subianto. (‘Cortessy’ Beritasatu.com/Antara/Galih Pradipta)PRIORITAS, 9/4/26 (Jakarta): Masih ada sejumlah permasalahan seputar pengelolan ibadah haji yang terus mendapat perhatian Presiden Prabowo Subianto. Ya, beberapa kebijakan dalam penyelenggaraan ibadah haji itu mendapat sorotan Presiden Prabowo, termasuk pengadaan akomodasi dan transportasi bagi calon jemaah asal Indonesia tersebut.

Karena itu, Presiden Prabowo menyebut telah memberikan arahan khusus kepada petinggi Danantara untuk menuntaskan sejumlah tugas pengelolaan ibadah haji ini.
Adapun tugas itu berkaitan dengan komitmen pemerintah untuk menekan biaya serta masa tunggu calon jemaah ibadah haji. Pemerintah, menurut Presiden, sudah memutuskan untuk menekan biaya perjalanan haji hingga Rp2 juta serta mendorong peningkatan fasilitas terkait pengelolaan ibadah haji itu.
Kepemilikan lahan di Tanah Suci

Sebagaimana pada rapat kerja pemerintah yang dihadiri segenap anggota kabinet maupun petinggi BUMN, Presiden menyoroti kepemilikan tanah di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi.
Bahkan, Presiden Prabowo mengonfirmasi langsung total lahan yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia kepada Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria yang juga hadir dalam rapat tersebut.
Lalu, Dony menjawab, Indonesia atas nama Danantara sudah menguasai lahan seluas 45 hektare di Mekkah ini.
Bangun kampung haji Indonesia
Kemudian Presiden Prabowo mengungkap rencana pembangunan puluhan menara akomodasi atau kampung haji bagi jemaah asal Indonesia di sana.
“Di (lahan) 45 hektare itu, kita akan bikin perkampungan haji Indonesia. Sekian belas, sekian puluh menara (hunian) yang bisa menampung (para jemaah haji asal Indonnesia,” ungkap Presiden dalam taklimat kepada peserta rapat kerja pemerintah, Rabu (8/4/26) kemarin, dikutip Beritasatu.com.
Di samping itu, Prabowo menyoroti layanan penerbangan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines kepada jemaah haji Indonesia selama ini.
Yakni, Presiden menyebut telah memohon izin kepada pemerintah Arab Saudi untuk menyediakan terminal khusus bagi calon jemaah haji asal Indonesia tersebut.
“Saya sudah mengajukan dan secara prinsip sudah disetujui, saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonnesia mempunyai terminal khusus haji. Jadi nanti khusus bagi jemaah kita agar bisa lebih cepat masuk dan keluar (Arab Saudi,” kata Prabowo lagi.
Selain itu, Presiden juga meminta Garuda Indonesia untuk bekerja sama dengan Saudia Airlines. Prabowo menyebut telah memerintahkan direksi Garuda untuk membangun perusahaan patungan dengan Saudia agar pengelolaan penerbangan haji dapat terlaksana secara optimal ke depan. (P-*r/Bst/jr)

