Dolby Theatre Hollywood, California, AS, tempat perhelatan akbar insan film AS, Piala Oscar 2026, digelar pada Minggu (15/3/26) malam waktu setempat. (Source: Google.com)PRIORITAS, 13/3/26 (California, AS): Menyusul peringatan dari Biro Investigasi Federal Departemen Kehakiman AS, Federal Bureau of Investigation (FBI), penyelenggara Piala Oscar 2026 meningkatkan status keamanan menjadi siaga tinggi (high alert).
Peringatan itu merupakan efek perang di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran yang hingga kini masih terus berkecamuk.
Perhelatan besar para insan perfilman Hollywood, Piala Oscar 2026 atau Academy Award ke-98, akan digelar Minggu (15/3/26) malam waktu setempat di Dolby Theatre, Hollywood, California, AS.
“Kami mendapat dukungan dari FBI dan Departemen Kepolisian Los Angeles, dan ini merupakan kolaborasi erat,” ungkap produser siaran, Oscar Raj Kapoor, dalam pernyataan kepada jurnalis, dilansir dari NYPost, Kamis (12/3/26) waktu setempat, sebagaimana dikutip Beritaprioritas dari Antara Jumat (13/3/26).
Disebutkan, langkah pengetatan diambil setelah muncul peringatan, sebagaimana dilaporkan ABC News, dari FBI kepada aparat penegak hukum di seluruh California bahwa Iran berpotensi meluncurkan serangan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan wilayah Pantai Barat.
Meski informasi tersebut belum terverifikasi secara spesifik, pihak berwenang tidak ingin mengambil risiko menjelang malam puncak penghargaan pada Minggu (15/3/26) malam waktu AS.
Dikabarkan, Departemen Sheriff Los Angeles juga meningkatkan level kewaspadaan (elevated level of vigilance) bekerja sama dengan mitra penegak hukum federal dan lokal untuk memantau potensi ancaman serta berbagi informasi intelijen.
Ancaman yang diantisipasi mencakup kemungkinan serangan aktor tunggal, sleeper cells, hingga ancaman teknologi canggih atau serangan siber.
Sumber Variety pada peluncuran karpet merah mengatakan, pengamanan telah ditingkatkan tetapi tidak terlihat secara mencolok.
Sekitar 1.000 personel keamanan swasta serta unit khusus seperti SWAT (Special Weapons and Tactics) dan tim penjinak bom dikerahkan penyelenggara.
Pengamanan area terdekat, perimeter sejauh satu mil akan ditempatkan di sekitar Dolby Theatre, dan setiap orang atau kendaraan yang mencoba masuk akan diperiksa, kata LAPD kepada NBC Los Angeles, dilaporkan Entertainment Weekly, Rabu (11/3/26).
“Sinners” cetak sejarah

Salah saru adegan dalam film “Sinners” dengan pemeran utama Michael B. Jordan. (Source: Warner Bros Pictures)
Meski di tengah ancaman keamanan, ajang Piala Oscar tahun ini mencetak sejarah melalui film “Sinners”. Film karya sutradara Ryan Coogler tersebut memimpin dengan 16 nominasi, jumlah terbanyak dalam sejarah akademi.
Ryan Coogler kembali menunjukkan kejeniusannya. Film yang memadukan horor dan folklore budaya Afrika-Amerika era 1930-an itu mengisahkan sepasang saudara kembar, Smoke dan Stack (Michael B. Jordan), yang ingin membuka klub musik blues.
Rencana mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika tanpa sadar mengundang kekuatan supranatural yang membuat malam pembukaan klub menjadi mengerikan.
The Hollywood Reporter menilai “Sinners” memiliki kans sekitar 13,3 persen untuk menang Best Picture di Oscar 2026. Keberhasilannya mengamankan 16 nominasi, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang All About Eve (1950), Titanic (1997), dan La La Land (2016) dengan 14 nominasi, turut memperkuat posisinya sebagai favorit.
Pencapaian tersebut membuat Sinners kian diperhitungkan, apalagi karena film ini menggabungkan unsur horor dengan sejarah dan drama musikal yang jarang hadir di kategori utama Oscar.
Meski demikian, The Hollywood Reporter tidak menempatkan “Sinners” di peringkat teratas dalam daftar peluang Best Picture atau Film Terbaik Piala Oscar 2026. “One Battle After Another” disebut sebagai film dengan peluang terbesar sebanyak 62,8 persen untuk merebut penghargaan tertinggi Academy Award itu.
Film lainnya yang masuk daftar adalah “Sentimental Value” (4,3 persen), “Hammet” (4,9), dan “Marty Supreme” (7,2). (P-*/rwt)