Pertamina perluas sumber impor stok BBM, termasuk dari Afrika

Zamir Ambia
Kamis, 12 Maret 2026
Ekonomi NEWS 0 321
3 menit membaca

PRIORITAS, 12/3/26 (Jakarta): PT Pertamina (Persero) menyiapkan langkah antisipasi terhadap pasokan energi nasional dengan membuka opsi impor dari sumber alternatif. Upaya ini dilakukan menyusul dinamika distribusi energi global di Selat Hormuz yang dipengaruhi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk mencari sumber impor alternatif untuk memastikan ketahanan stok energi nasional tetap terjaga.

“Jadi tentunya kita sudah antisipasi untuk mencari sumber yang lain supaya ketahanan stoknya juga bisa baik dan bagus,” kata Simon dilansir dari Antara, Kamis (12/3/26).

Afrika dan AS

Ia menegaskan pasokan energi Indonesia tidak semata bergantung pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga berasal dari wilayah lain seperti Afrika dan Amerika Serikat.

“Untuk antisipasi kami juga melakukan diversifikasi sumber. Sumber-sumber kita tidak hanya dari Timur Tengah, ada juga dari Afrika, ada dari Amerika Serikat, dan berbagai tempat lainnya,” imbuhnya.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah sebelumnya sempat memicu gangguan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar internasional.

Selat tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak mentah dari negara-negara produsen di Timur Tengah menuju berbagai negara konsumen. Pemerintah mencatat sekitar 20 persen hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia selama ini melewati jalur Selat Hormuz.

Belum dapat melintasi Selat Hormuz

Upaya mencari sumber impor minyak alternatif juga disiapkan Pertamina setelah dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) masih berada di kawasan Teluk Arab dan hingga kini belum dapat melintasi Selat Hormuz.

Dua kapal tersebut merupakan very large crude carrier (VLCC), yakni Pertamina Pride dengan pengelolaan kapal oleh NYK serta Gamsunoro yang berada di bawah manajemen Synergy Ship Management.

Berdasarkan laporan Pertamina International Shipping (PIS) pada Senin (2/3/2026), Pertamina Pride telah menyelesaikan proses pemuatan (loading) dan saat ini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi. Sementara itu, kapal Gamsunoro masih menjalani proses loading di Khor al Zubair, Irak.

Sementara dua kapal PIS lainnya, yaitu PIS Paragon dan PIS Rinjani, dilaporkan berada di luar wilayah perairan Timur Tengah tersebut.

“Yang menjadi perhatian kami yang utama adalah keselamatan para kru dan keselamatan kargo kami. Tentunya kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dari Kementerian Luar Negeri dan pihak terkait lainnya. Kami juga mendorong agar situasi di sana semakin baik,” tutur Simon.

PIS saat ini mengoperasikan sekitar 345 kapal untuk mendukung distribusi energi. Dari total armada tersebut, sebanyak 266 kapal melayani pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) dan avtur, 27 kapal mengangkut minyak mentah, 45 unit melayani distribusi LPG, serta 7 unit mendukung pengangkutan petrokimia sekaligus berperan sebagai floating storage.

Selain menjaga pasokan melalui impor, Simon menambahkan Pertamina juga akan terus mendorong peningkatan produksi energi domestik.

“Kita kan punya kerja sama di Blok Cepu ya, jadi sama-sama harus maksimal. Dengan penambahan fasilitas di sana kita dorong supaya produksinya bisa meningkat,” kata Simon. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025