Antisipasi jika terbunuh dalam serangan AS, Khamenei tunjuk Larijani kelola Iran

Jeffry Wuisan
Minggu, 22 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 22/2/26 (Teheran): Pemimpin tertinggi rezim Iran,  Ali Khamenei, telah memberikan wewenang signifikan kepada mantan komandan Garda Revolusi dan tokoh politik senior, Ali Larijani, untuk mengelola Iran.

Menurut informasi yang dikutip Beritaproritas.com hari Minggu (22/2/2026),  langkah ini disebutkan sebagai antisipasi dan respon jika Khamenei terbunuh,  di tengah serangan militer AS dan Israel, serta gejolak di seluruh Iran.

Menurut media i24NEWS, sumber pejabat Iran, anggota Garda Revolusi, dan mantan diplomat, mengatakan Khamenei telah mengeluarkan instruksi terperinci tentang suksesi dan pengambilan keputusan darurat,  apabila ia menjadi sasaran serangan potensial atau dieleminasi.

Larijani, yang saat ini menjabat sebagai pejabat tinggi keamanan nasional, telah ditugaskan untuk mengelola urusan negara dan mengawasi penindakan terhadap protes.

Ia juga diberi wewenang mengoordinasikan diskusi nuklir yang sensitif dengan Amerika Serikat dan menjalin hubungan dengan negara-negara sekutu Iran termasuk Rusia, Qatar, dan Oman.

“Larijani telah dipercayakan dengan tanggung jawab yang mencakup keamanan domestik dan hubungan internasional, secara efektif bertindak sebagai tangan kanan Khamenei selama periode ketegangan yang meningkat ini,” demikian pernyataan dalam laporan tersebut.

Para pejabat mengatakan Khamenei telah menyiapkan beberapa lapisan suksesi untuk posisi politik dan militer kunci dan mendelegasikan kekuasaan kepada lingkaran orang kepercayaan terdekatnya.

Meskipun Larijani tidak dianggap sebagai calon penerus Pemimpin Tertinggi Iran karena kurangnya kredensial keagamaan, ia digambarkan sebagai salah satu manajer krisis yang paling dipercaya rezim Khamenei.

 

Iran siaga

Adanya ancaman serangan militer terbaru Amerika Serikat, telah membuat Iran menempatkan angkatan bersenjatanya dalam keadaan siaga tinggi.

Iran juga dilaporkan sudah mengerahkan sistem rudal di dekat Irak dan di Teluk Persia, serta mengintensifkan latihan militer.

Pasukan khusus, unit intelijen, dan batalyon milisi Basij siap dikerahkan ke kota-kota besar, untuk menekan kerusuhan dan memantau agen asing yang dicurigai jika konflik meningkat.

Langkah ini diambil di tengah keterlibatan diplomatik yang berkelanjutan terkait program nuklir Teheran.

Terlepas dari negosiasi yang sedang berlangsung, para pejabat mengatakan Iran beroperasi dengan asumsi serangan militer AS tidak dapat dihindari dan akan segera terjadi.

Menurut laporan tersebut, Larijani berada di urutan teratas daftar pengganti darurat, diikuti Ketua Parlemen Jenderal Mohammad Bagher Ghalibaf.

Mantan presiden Hassan Rouhani juga disebut sebagai calon pengganti potensial dalam keadaan luar biasa.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025