Nasbi: ‘Reshuffle’ bukan akhir karier seseorang

Armin Mandika
Rabu, 16 September 2026
HUMANIORA 0 32
2 menit membaca

PRIORITAS, 16/9/26 (Jakarta): Hasan Nasbi, penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi mengungkit Presiden Prabowo Subianto yang pernah diberhentikan dari TNI di masa lalu.

Dikatakannya, saat terkena pemberhentian, termasuk reshuffle, bukanlah akhir dari karier politik seseorang. Hal tersebut Hasan sampaikan dalam merespons rangkaian reshuffle kabinet yang sudah terjadi selama ini oleh Prabowo maupun Presiden pendahulu.

“Kalau dipikir-pikir ya dalam politik itu kita bisa hidup lebih dari sekali. Ada orang yang mungkin merasa ketika diberhentikan dari jabatannya kemudian itu adalah akhir dari karier politiknya. Kalau kita lihat sejarahnya, Presiden Prabowo, beliau kan diberhentikan dari jabatannya. Waktu itu menjadi rising star di ABRI waktu itu, di TNI, dengan pangkat letnan jenderal di usia yang masih muda. Tapi kemudian diberhentikan begitu saja,” urai Nasbi dalam keterangan videonya yang dikutip Kompas.com, Rabu (16/9/26).

Menurut Hasan, semua orang berpikir bahwa pemberhentian dari TNI itu merupakan akhir dari karier politik Prabowo. Namun, mereka ternyata salah. Meski harus menunggu dalam waktu yang lama, kata Hasan, Prabowo terus berjuang selama puluhan tahun membangun partai, hingga akhirnya terpilih sebagai Presiden di tahun 2024.

“Ikut berjuang dalam sekian kali pemilu untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, beberapa kali kalah, tapi tidak menghapus kesabaran dan semangat beliau untuk memperjuangkan keyakinannya dalam politik,” katanya.

PM Malaysi

Bahkan Hasan juga mengungkit Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim yang pernah diberhentikan dari jabatan Wakil PM Malaysia di masa lalu. Malahan, menurut Hasan, nasib Anwar Ibrahim lebih tragis karena masuk penjara.

“Dan cerita Pak Prabowo bukan cerita satu-satunya juga. Anwar Ibrahim di tahun 98 itu jabatannya sudah wakil perdana menteri. Tapi karena ada perbedaan pendapat dengan perdana menteri waktu itu, kena reshuffle, kena berhentikan juga. Dan mungkin lebih tragis karena dua kali bolak-balik masuk penjara dengan masa hukuman sekitar 10 tahun lebih,” urai Hasan.

Kemudian Anwar Ibrahim pun tetap memperjuangkan posisi politiknya setelah terkena reshuffle dan keluar penjara. Pada akhirnya, Hasan mengatakan, Anwar Ibrahim bisa meraih jabatan PM Malaysia, meski sudah tidak di usia muda lagi.

“Mungkin waktu itu sekitar 75 atau 76 tahun. Ini perjuangan politik yang panjang, tapi memberikan bukti bahwa diberhentikan dari jabatan itu bukan akhir dari segalanya. Bahkan ada orang yang kembali lagi dengan posisi yang jauh lebih, jauh lebih kuat,” katanya.(P-*/am)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025