Mobilnya terseret Kereta Api, mantan Kiper Arsenal dan Juventus Alex Manninger tewas

Wolter Rumapar
Jumat, 17 April 2026
BOLA 0 288
2 menit membaca

PRIORITAS, 17/4/26 (Austria): Kejadian tragis dialami mantan penjaga gawang Arsenal dan Juventus , Alex Manninger yang meninggal akibat terseret kereta api. Menurut keterangan kepolisian Salzburg, Austria, insiden nahas itu terjadi di sebuah perlintasan sebidang di kawasan Nussdorf am Haunsberg sekitar pukul 08.20 pagi.


Mobil yang dikemudikan Manninger seorang diri tersambar dan terseret oleh laju kereta. Kiper berusia 48 tahun yang berpaspor Austria itu mengembuskan napas terakhir usai mobil yang dikendarainya tertabrak kereta api di wilayah Salzburg, Austria, Kamis (16/4/26) pagi waktu setempat.

“Setibanya di lokasi, petugas tanggap darurat mendapati bahwa pengemudi mobil, seorang pria berusia 48 tahun dari Salzburg, telah dievakuasi dari kendaraan dan sedang menjalani CPR,,” bunyi pernyataan resmi kepolisian setempat.
Meski telah dilakukan berbagai upaya oleh paramedis dan dokter darurat, resusitasi tidak membuahkan hasil. Pria tersebut meninggal dunia akibat luka-lukanya.

Banjir ucapan


Alex Manninger merupakan pemain yang menjadi bagian dari Arsenal ketika berhasil menjuarai Liga Inggris 1997/1998, Piala FA 1998 dan Community Shield 1998/1999 dan 1999/2000. Selain itu, Manninger juga merupakan bagian dari klub Italia Juventus yang berhasil menjuarai Liga Italia pada musim 2011/2012.

Kepergian sosok Manninger meninggalkan duka mendalam bagi mantan klub-klub yang pernah dibelanya. Arsenal, Juventus, Liverpool, hingga Asosiasi Sepak Bola Austria (ÖFB) langsung merilis ucapan belasungkawa. “Semua orang di Arsenal terkejut dan sangat sedih dengan meninggalnya mantan penjaga gawang, Alex Manninger, secara tragis.

Semua pikiran kami bersama keluarga dan orang-orang terkasihnya di saat yang sangat menyedihkan ini,” tulis pernyataan resmi Arsenal. Rasa kehilangan yang sama juga disuarakan oleh raksasa Italia, Juventus, tempat di mana ia sukses meraih Scudetto (gelar Serie A) seoerti dikutip Inilah.com.

“Hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan. Kami tidak hanya kehilangan seorang atlet hebat, tetapi seorang pria dengan nilai-nilai langka: kerendahan hati, dedikasi, dan rasa profesionalisme yang luar biasa.” (P-wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan