Tonton Youtube BP

Mesir dan Qatar desak militan Hamas segera menyerah pada Israel

Jeffry Wuisan
21 Aug 2025 05:10
3 minutes reading

PRIORITAS, 20/8/25 (Kairo): Mesir dan Qatar semakin menyudutkan posisi militan Hamas dalam perundingan untuk mencapai gencatan senjata dengan Israel. Tim mediator dua negara itu, malah meminta tim Hamas untuk segera menyerah saja kepada permintaan Israel.

Menurut para perunding, militan Hamas kini sudah tak punya pilihan, selain tunduk kepada seluruh tuntutan Israel.

Mesir secara terang-terangan mengisolasi militan Hamas dalam perundingan di Kairo. Demikian seperti dikutip Beritaprioritas.com dari media Ynetnews, hari Kamis (21/8/25).

Mereka mendesak Hamas untuk mencabut tuntutannya atas gencatan senjata penuh dengan Israel di Jalur Gaza.

Israel ternyata sudah menyiapkan operasi besar-besaran dengan sandi Gideon’s Chariots 2 atau Kereta Perang Gideon 2, untuk menghancurkan pertahanan terakhir militan Hamas di Kota Gaza.

Serangan itu, merupakan operasi skala terbesar dalam sejarah penyerbuan ke Jalur Gaza, akan melibatkan lima divisi tetap pasukan Israel (sekitar 125.000 personil) dan sekitar 130.000 tentara cadangan.

Tak ada perlindungan

Sejumlah faksi-faksi Arab bersatu, menilai saat ini sudah sangat sulit mencapai kesepakatan parsial sesuai tuntutan militan Hamas dan tidak ada lagi perlindungan regional bagi mereka.

Mesir memberi sinyal masa depan Jalur Gaza dan nasib militan Hamas, kini berada dalam ketidakpastian.

Tim militan Hamas dalam perundingan di Kairo masih berkeras menuntut Israel harus menghentikan semua perang di Jalur Gaza.

Mereka juga hanya setuju kesepakatan parsial yang hanya akan membebaskan secara bertahap sisa sandera Israel yang kini ditawan di sejumlah terowongan bawah tanah di Kota Gaza.

Sementara Israel tetap menginginkan pembebasan semua (sekitar 50 orang) sandera baik yang hidup maupun mati. Israel juga meminta semua militan Hamas menyerah dan semua persenjataan mereka dilucuti.

Mustahil terwujud

Mesir memojokkan miitan Hamas, dengan mengatakan secara blak-blakan kepada kelompok teroris tersebut di Kairo,  tuntutan mereka untuk kesepakatan “akhir perang” yang komprehensif mustahil terwujud di bawah kondisi saat ini.

Mesir menegaskan tidak akan ada perlindungan eksternal bagi militan Hamas untuk bertahan.

Mesir telah mengumpulkan faksi-faksi Palestina lain dan mereka semua bersatu tidak mendukung usulan Hamas.

Semua kelompok, kecuali Hamas yang masih mendukung kesepakatan parsial tersebut.

Aliran Reformasi Palestina, yang didukung tokoh Fatah yang diasingkan, Mohammed Dahlan, mengatakan milian Hamas harus segera menerima kesepakatan dari Israel, bahkan tanpa membacanya, karena rakyat Gaza membutuhkan perang harus berakhir.

Kepala Dinas Informasi Negara Mesir, Diaa Rashwan, menyatakan faksi-faksi Palestina telah menerima teks tuntutan Israel tersebut tanpa keberatan.

Ini menandakan Mesir menganggap masalah tersebut telah selesai dan isolasi politik terhadap militan Hamas hampir total.

Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty ,menekankan urgensi tersebut, dengan mengatakan delegasi Qatar dan Palestina “berusaha di tanah Mesir” untuk memberikan tekanan maksimal kepda militan Hamas demi tercapainya terobosan.

Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, secara terbuka menyambut baik jika kesepakatan tersebut tercapai.

Ia menyerukan bantuan kemanusiaan yang lebih cepat ke Jalur Gaza melalui pintu gerbang di Rafah.(P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x