Tonton Youtube BP

KemenP2MI berangkatkan 202 pekerja migran ke Korsel dan Jerman

Khalied Malvino
19 Aug 2025 15:10
2 minutes reading

PRIORITAS, 19/8/25 (Depok): Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi memberangkatkan 202 pekerja migran ke luar negeri. Sebanyak 191 orang dikirim ke Korea Selatan, sedangkan 11 orang berprofesi sebagai perawat berangkat ke Jerman.

Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas menjelaskan penempatan ke Korea difokuskan pada sektor manufaktur, perikanan, dan jasa layanan. Sementara itu, pekerja migran yang berangkat ke Jerman akan mengisi kebutuhan tenaga kesehatan.

“Untuk Korea kita tempatkan di manufaktur, fishing, dan service. Sedangkan untuk Jerman khusus tenaga kesehatan, yaitu perawat,” kata Ahnas di Kantor BP2MI, Bojongsari, Depok, Senin (18/8/25).

Ia menambahkan, persiapan keberangkatan pekerja migran memakan waktu panjang. Proses berlangsung hingga dua tahun dengan pelatihan teknis serta pembelajaran bahasa negara tujuan.

“Kami pastikan mereka memiliki kompetensi teknis dan bahasa yang memadai sebelum berangkat,” tegas Ahnas.

Kontrak kerja di Korea Selatan berlaku tiga tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun sepuluh bulan. Sedangkan di Jerman, kontrak dasar berdurasi tiga tahun.

Jika pekerja mendapat pengakuan profesi, mereka berpeluang memperpanjang masa kerja lebih lama. Dari sisi pendapatan, pekerja di Korea rata-rata menerima Rp25 juta per bulan. Adapun di Jerman, gaji bisa mencapai Rp40 juta hingga Rp50 juta.

Meski tawaran penghasilan tinggi, Ahnas menekankan kesiapan mental sama pentingnya dengan keterampilan. Ia mengingatkan pengalaman tahun lalu, ketika ratusan pekerja migran memilih mundur di Korea Selatan.

“Kalau memang tidak siap, lebih baik mundur sejak awal. Jangan sampai impian orang lain terkubur karena ketidaksiapan kita,” ujarnya.

Ia menegaskan bekerja di luar negeri tidak hanya soal gaji, tetapi juga tanggung jawab menghadapi perbedaan budaya dan lingkungan kerja.

“Persiapan bukan sekadar keterampilan, tapi juga fisik, mental, dan kedewasaan menghadapi masalah,” katanya.

Salah satu calon pekerja migran, Resti asal Jawa Tengah, menyampaikan rasa haru setelah lolos seleksi hingga tahap akhir.

“Mengharukan sih bisa sampai di titik ini. Pergi ke luar negeri untuk mengubah masa depan. Di Indonesia lumayan sulit cari kerja,” ungkap Resti.

BP2MI menargetkan semakin banyak anak muda Indonesia bisa menembus pasar kerja internasional. Pemerintah berharap keberangkatan ini meningkatkan daya saing tenaga kerja dengan keterampilan yang lebih kompetitif. (P-Khalied M)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x