
Gerbong kereta cepat Renfe (Alvia) terlempar akibat bertabrakan dengan gerbong kereta Iryo di Adamuz, Spanyol. (gurdiacivil)PRIORITAS, 20/1/26 (Adamuz): Sebanyak 41 orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan dua kereta cepat di Adamuz, Córdoba, Spanyol. Meski begitu masih ada beberapa jenazah korban yang terjepit di bawah gerbong kereta sampai Selasa sore.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari media Spanyol, RTVE, hari Selasa (20/1/2026), tim penyelamat sudah mendatangkan sejumlah alat berat crane (derek), untuk mengangkat sejumlah gerbong kereta cepat, agar dapat mengevakuasi sejumlah korban tewas yang masih terjebak tabrakan tersebut.
Data terakhir sebanyak 41 orang tewas, dengan ketambahan satu korban yang ditemukan dari bawah gerbong kereta Iryo.
Beberapa jenazah disebutkan masih terjepit di bawah gerbong kereta cepat lain, Alvia (Renfe), yang terlempar di jurang sedalam empat meter.

Upaya terus dilakukan untuk menemukan jenazah tiga orang yang terjebak di dalam salah satu gerbong kereta Alvia, yang belum dapat diakses.
Alat berat mulai bekerja untuk menyingkirkan gerbong-gerbong yang rusak parah.

Petugas penyelamat mengangkat korban kecelakaan kereta di Adamuz, Cordoba, Spanyol. Sebanyak 41 orang dinyatakan tewas dalam insiden ini.(guadiacivil)
Korban terbanyak di Alvia
Kecelakaan itu terjadi pukul 19.40 hari Minggu waktu setempat, ketika kereta cepat Iryo dengan 317 penumpang berangkat dari Málaga ke Madrid, tiga gerbong terakhirnya tergelincir dan terlempar ke jalur rel di sebelahnya.
Pada saat bersamaan di rel lain itu, kereta cepat Renfe Alvia dengan sekitar 184 penumpang, juga sedang melaju dari Madrid ke Huelva.
Tabrakan hebat terjadi. Lokomotif kereta Alvia dan beberapa gerbongnya terlempar ke jurang dan hancur berantakan.
Dari 41 orang tewas, jumlah terbanyak berada di kereta Alvia. Selain itu sebanyak 122 orang lainnya luka-luka, 41 di antaranya masih dirawat di berbagai fasilitas rumah sakit, 13 di antaranya di ruang perawatan intensif.
Sebagian besar korban yang dirawat di rumah sakit, yaitu 17 orang, berada di Rumah Sakit Reina Sofía , termasuk empat anak di bawah umur.
Empat orang dewasa lainnya berada di Rumah Sakit Palang Merah , sembilan orang masih dirawat di Rumah Sakit Quirón, delapan orang di Rumah Sakit San Juan de Dios , dan satu orang di Rumah Sakit Infanta Elena di Huelva.

Dua sambungan las mencurigakan di rel tempat kecelakaan dua kereta cepat di Adamuz, Cordoba, Spanyol, yang menewaskan sekitar 41 orang.(guardiacivil)
Berkabung tiga hari
Spanyol akan menggelar tiga hari masa berkabung untuk para korban kecelakaan kereta tersebut.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, telah mengumumkan tiga hari masa berkabung nasional untuk para korban kecelakaan kereta.
“Ini adalah hari duka bagi seluruh Spanyol, bagi seluruh negara kita,” katanya kepada wartawan.
Raja Spanyol, Felipe VI dan Ratu Letizia, mengikuti berita tentang kecelakaan tersebut. Mereka sangat prihatin dan menyampaikan belasungkawa terdalam.
Sanchez juga berjanji untuk menyelidiki sampai tuntas penyebab tabrakan dua kereta cepat di Spanyol selatan, sementara tim penyelamat terus mencari korban lain di reruntuhan.
Kecelakaan ini adalah yang terburuk yang pernah dialami Spanyol dalam lebih dari satu dekade.
Menurut Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, akibat benturan dahsyat dua kereta tersebut menyebabkan sejumlah gerbong telempar keluar tanggul.
Tim penyelamat mengatakan lokomoitf dan gerbong kereta yang hancur berantakan membuat sulit untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di dalamnya.
Perdana Menteri menegaskan akan mengungkap kebenaran kecelakaan tersebut kepada masyrakat Spanyol.
“Ketika jawaban tentang asal usul dan penyebab tragedi ini diketahui, sebagaimana seharusnya, dengan transparansi dan kejelasan mutlak, kita akan mengumumkannya kepada publik”, ujarnya.
Sedangkan Puente mengatakan penyelidikan bisa memakan waktu setidaknya satu bulan, dan menggambarkan insiden itu sebagai “sangat aneh”.

Petugas penyelidik memotret bagian rel kereta cepat yang terputus dalam kecelakaan tragis di Adamuz, Cordoba, Spanyol. Sebanyak 41 orang dilaporkan tewas.(guardia civil)
Indikasi korupsi
Di media sosial banyak warga Spanyol mengecam Menteri Transportasi, Óscar Puente, atas kecelakaan tragis ini .
Mereka menuding proyek rel kereta cepat itu ada dugaan indikasi korupsi dan pemerintah lambat mengantisipasi keluhan dari para masinis, yang telah lama melaporkan adanya masalah di rel jalur tersebut.
“Saya berbicara dengan para masinis kereta yang telah melaporkan selama berbulan-bulan bahwa jalur ini, tepat di titik (kecelakaan) saat ini, memiliki masalah serius dengan osilasi dan getaran saat kereta lewat. Ada banyak video yang menunjukkan apa yang saya maksud”, ungkap seorang warga di X.
Warga lain mengatakan ada keluhan tertulis yang menyatakan kondisi di rel tersebut lebih buruk setelah pekerjaan perbaikan jalan tahun lalu.
Pada tanggal 8 Agustus 2025, para masinis kereta melaporkan kondisi yang buruk tersebut. Pada tanggal 18 September 2025, pemerintah Spanyol sendiri sudah mengakui hal tersebut.
Menurut sumber anonim, penyelidikan awal para ahli telah menemukan sambungan yang rusak pada rel kereta cepat tersebut.
Hal itu diduga menyebabkan celah antara bagian rel melebar saat kereta api melewatinya.
Mereka menambahkan sambungan tersebut merupakan kunci untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan fatal saat ini.
Jenis kereta yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah Freccia 1000, yang dapat mencapai kecepatan tertinggi 400 km/jam (250 mph).
Jaringan kereta cepat Spanyol adalah yang terbesar kedua di dunia, setelah China, menghubungkan lebih dari 50 kota di seluruh negeri.(P-Jeffry W)

