Suasana di gereja Silo Watuliney Belang Sulut isai dilempari oleh pihak-pihak yang tidak bertenggungjawab.(Dok/manadoterkini.com)PRIORITAS, 30/11/25 (Mitra): Gereja Silo Watuliney Belang, mengalami pelemparan secara berulang. Kali ini peristiwa terjadi bertepatan di Hari Raya Gerejawi, Minggu Adven I Minggu 30 November 2025. Kejadian sangat disayangkan warga GMIM karena bukan pertama kali terjadi.
Dikatakan Panglima Panji Yosua P/KB Sinode GMIM, James Sumendap, S.H, M.H, dirinya telah menginstruksikan Pasukan Khusus PY P/KB GMIM pada Minggu 30 November 2025 pagi sekitar pukul 08.00 untuk berkumpul di Lamet Ratahan pada pukul 11.00 dan bergerak menuju Watuliney Belang untuk beribadah bersama jemaat.
“Kami sudah dapat informasi bahwa Minggu 30/11 ini ada serah terima Pendeta Jemaat dan Peresmian Bangunan Pagar Gedung Gereja. Jadi kami sudah instruksikan Pasus PY P/KB GMIM untuk hadir dalam ibadah sekaligus memantau perkembangan situasi yang sudah kondusif, aman, dan terkendali,” kata Sumendap.
Selaku Panglima Panji Yosua P/KB GMIM, dirinya telah menugaskan Wakil Panglima untuk berkomunikasi dengan pihak terkait.
Sementara itu Hendrik Mamuaya, selaku Wakil Panglima PY P/KB GMIM sekitar pukul 08.00 terinformasi berhasil melakukan kontak dengan Ketua P/KB Wilayah Belang, Penatua Rio Lembong dan Ketua P/KB Silo Watuliney, Penatua Alfret Kaligis serta Ketua BPMJ Silo Watuliney, Pdt. Femmy Tiwow. Dari hasil komunikasi tersebut diperoleh fakta bahwa peristiwa pelemparan Gedung Gereja Silo Watuliney bukan merupakan kali pertama.
“Kami dapat informasi bahwa Peristiwa pertama terjadi pada 26 Juni 2025, sudah dimediasi oleh Bupati Ronald Kandoli dan sudah ada beberapa kesepakatan yang sudah dituangkan dan disepakati bersama, termasuk bersama pihak kepolisian, saatnya saya kira kita mendorong pihak kepolisian sebagai APH dalam hal merespon peristiwa, melihat kesepakatan yang telah disepakati bersama kedua belah pihak dan menindak secara tegas terhadap pelanggaran kesepakatan dari oknum-oknum yang berupaya memprovokasi,” ungkapnya.
Evaluasi Kapolres
Akibat pelanggaran atas kesepakatan ini, dan ketidakmampuan pihak aparat dalam hal ini Polres Minahasa Tenggara menangani suasana kondusif di hari pertama Minggu Adven, Panji Yosua P/KB GMIM secara tegas meminta Kapolda Sulut, Irjen Pol. Dr. Roycke Langi untuk mengevaluasi kinerja Kaporres Minahasa Tenggara.
“Kalu tidak mampu selesaikan masaalah ini dan sudah ke dua kali itu yg dipertanyakan kinerja kapolres otomatis tentunya PY akan memberi masukan. Kapolres segera tangkap pelaku pengrusakan GMIM Silo Watuliney atau kami minta Kapolda Sulut Copot Kapolres,” ujarnya.
Pihak Panji Yosua P/KB sendiri, menurutnya, telah menerima laporan intelijen tentang pola-pola dan lokus pergerakan gangguan keamanan yang melibatkan isu-isu agama. Menurut Panji Yosua P/KB terkait informasi intelijen tersebut akan dikembangkan dan diantisipasi bersama pihak terkait.
“Kami berharap juga peristiwa di Watuliney ini tidak terjadi di jemaat lainnya di GMIM. Kami minta seluruh Kapolres di wilayah pelayanan GMIM untuk menjamin keamanan menyambut Natal Yesus Kristus. Seluruh jajaran Panji Yosua P/KB baik di Sinode, wilayah dan jemaat juga kami minta meningkatkan kewaspadaan dan mengoptimalkan pengawasan terhadap keamanan di masing-masing lingkungan gereja untuk melaksanakan tugas menjaga dan melindungi,” tegas Hendrik Mamuaja. (P-*r/am)
No Comments