26.9 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025
spot_img

    Gempa dahsyat Myanmar: Korban tewas sudah lampaui 3.000 orang

    Terkait

    Salah satu lokasi reruntuhan akibat gempa dahsyat Myanmar. (Dok/Ist)

    PRIORITAS, 3/4/25 (Naypyidaw): Upaya berbagai regu penyelamat dari sejumlah negara masih terus dilakukan untuk menyelamatkan para korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Myanmar pada Jumat (28/3/25) lalu. Hingga berita ini dibuat, Kamis (3/4/25) dilaporkan jumlah korban tewas telah mencapai lebih dari 3.000 orang, demikian menurut laporan media pemerintah setempat.

    Berdasarkan pernyataan Kedutaan Besar Myanmar di Jepang pada laman Facebooknya, Rabu (2/4/25), korban tewas telah mencapai 3.003 orang.

    Lalu, sekurangnya 15 orang tewas dan 72 lainnya masih hilang di Thailand setelah sebuah pencakar langit yang masih dalam tahap konstruksi di Bangkok ambruk akibat gempa yang berpusat di wilayah Sagaing, Myanmar, tersebut.

    Diketahui, gempa bermagnitudo 7,7 dan 6,4 tersebut mengguncang bagian tengah Myanmar yang berpopulasi 28 juta orang, sehingga menyebabkan bangunan runtuh dan warga setempat kekurangan makanan, air, dan tempat tinggal.

    Sementara itu, prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan di luar musim mulai 11 April nanti. Ini kemungkinan menimbulkan tantangan bagi personel penyelamat yang masih berjuang menyelamatkan nyawa para korban gempa di negara yang masih mengalami perang saudara itu.

    Kiriman bantuan kemanusiaan

    Hingga kini, sudah ada 53 penerbangan yang tiba membawa bantuan kemanusiaan di Myanmar, sementara sudah tiba 1.900 lebih personel penyelamat dari 15 negara, termasuk negara-negara Asia Tenggara, serta China, India, dan Rusia.

    Pada Rabu (2/4/25) kemarin, junta Myanmar menyatakan gencatan senjata selama tiga pekan, sehingga mengakhiri pertempuran melawan kelompok oposisi bersenjata untuk sementara.

    Disebutkan mereka, gencatan senjata yang akan berlangsung hingga 22 April tersebut berpeluang memberi keleluasaan bagi operasi penyelamatan pascagempa.

    Diungkapkan, pernyataan tersebut disampaikan menyusul seruan gencatan senjata yang telah terlebih dahulu dinyatakan aliansi oposisi utama Myanmar pada Selasa (1/4/25) untuk membantu operasi penyelamatan.

    Dilaporkan, setelah gempa besar pada Jumat tersebut, Myanmar telah mengalami hingga 66 gempa susulan dengan magnitudo 2,8 hingga 7,5, demikian menurut Departemen Meteorologi dan Hidrologi Myanmar. (P-me)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Headline News

    - Advertisement -spot_img

    Terkini