Arsenal cetak sejarah, pecahkan rekor gol dari ‘Corner’ di ‘Premier League’

Wolter Rumapar
Senin, 27 April 2026
BOLA 0 248
2 menit membaca

PRIORITAS, 27/4/26 (London): Tim asuhan Mikel Arteta kini mencatat sejarah baru lewat efektivitas mereka dari sepak pojok. Gol Eberechi Eze ke gawang Newcastle United menjadi penentu penting dalam laga tersebut, Sabtu (25/4/26).


Arsenal kini mencetak 17 gol dari situasi sepak pojok di Premier League musim ini. Catatan tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah kompetisi. Rekor sebelumnya bertahan sejak musim perdana Premier League pada 1992-1993. Oldham Athletic sempat mencatat 16 gol dari corner dalam satu musim.

Catatan tersebut kemudian disamai oleh West Bromwich Albion dan Arsenal sendiri pada musim sebelumnya. Namun kini, Arsenal berdiri sendirian di puncak. Dengan empat laga tersisa, jumlah gol tersebut masih berpotensi bertambah. Artinya, rekor ini bisa semakin sulit untuk dikejar.

Arsenal kembali menunjukkan kekuatan mereka dalam situasi bola mati di Premier League musim 2025-2026, sekaligus membawa The Gunners ke puncak klasemen sementara. Arsenal kini tidak hanya bersaing dalam perebutan gelar. Mereka juga mencatatkan rekor baru dalam sejarah Premier League.


Taktik dan latihan terukur

Kekuatan Arsenal dalam situasi bola mati bukanlah kebetulan. Ini merupakan hasil dari kerja taktik dan latihan yang terstruktur. Mikel Arteta menjadikan set piece sebagai salah satu senjata utama dalam strategi tim. Pendekatan ini terbukti efektif dalam banyak pertandingan penting.

Meski sering dikritik karena dianggap terlalu bergantung pada bola mati, data menunjukkan hal berbeda. Tim-tim elite juga memanfaatkan situasi ini secara maksimal. Arsenal sebelumnya juga mencatat 16 gol dari corner pada musim 2023-2024. Konsistensi ini menunjukkan bahwa pola tersebut sudah menjadi bagian dari identitas tim.

Gol dari situasi corner Arsenal tidak hanya datang dari satu pemain. Jurrien Timber menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan tiga gol langsung dari corner. Sementara Gabriel Magalhães, Mikel Merino, dan Martin Zubimendi juga mencatat kontribusi penting.

Arsenal juga diuntungkan oleh dua gol bunuh diri lawan dari situasi yang sama. Hal ini menunjukkan tekanan besar yang mereka ciptakan di kotak penalti. Efektivitas ini berasal dari organisasi yang rapi dan eksekusi yang konsisten. Setiap peluang bola mati menjadi ancaman serius bagi lawan.

Rekor ini menjadi bukti bahwa Arsenal sangat serius dalam detail permainan. Set piece kini menjadi bagian penting dalam perebutan gelar Premier League. Namun, pencapaian ini tidak akan berarti tanpa trofi di akhir musim. Tim-tim besar seperti Manchester City dan Manchester United juga pernah sukses lewat kekuatan bola mati.

Artinya, Arsenal berada di jalur yang tepat secara historis seperti dikutip Bola.net.com. Tantangan terbesar Arteta adalah menjaga konsistensi hingga akhir musim. Karena rekor saja tidak cukup tanpa gelar yang menyertainya. (P-wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan