Foto ilustrasi, Bendara Amerika Serikat di Wall Street, New York. (Mieczyslaw Rudek)PRIORITAS, 12/7/25 (Los Angeles): Sebagian besar pemilih di California menilai demokrasi Amerika Serikat tengah menghadapi masalah serius, berdasarkan hasil survei terbaru dari Institut Studi Pemerintahan University of California Berkeley.
Survei yang dirilis pada Kamis (10/7/25) itu menunjukkan 64 persen pemilih terdaftar di negara bagian berpenduduk terbanyak di AS tersebut setuju “demokrasi Amerika sedang diserang”, sementara 26 persen berpendapat demokrasi AS “sedang diuji, tapi, tidak diserang”.
Hanya 10 persen pemilih California yang menilai demokrasi AS aman. Sementara itu, setidaknya 60 persen pemilih dari berbagai latar belakang demografis sepakat demokrasi Amerika sedang diserang, berdasarkan hasil survei.
Mayoritas responden
Pandangan ini paling kuat dipegang responden berusia di atas 65 tahun (70 persen), warga kulit putih (69 persen), serta kulit hitam (74 persen). Hanya 1 persen responden kulit hitam yang percaya demokrasi AS dalam kondisi aman.
“Hasil ini menggarisbawahi kekhawatiran mendalam yang dirasakan banyak pemilih California mengenai kondisi demokrasi Amerika. Beberapa tahun yang lalu, sulit membayangkan mayoritas pemilih akan menganggap demokrasi AS berada di bawah ancaman serius,” kata salah seorang direktur Institut Studi Pemerintahan UC Berkeley Eric Schickler.
Jajak pendapat tersebut dilakukan dengan menyebarkan undangan melalui surel dan pesan teks kepada 6.400 lebih pemilih terdaftar di California yang dipilih dengan metode stratified random sample dari periode 2-6 Juni. (P-Zamir)
No Comments