Tonton Youtube BP

AS jamin pembebasan 28 sandera Israel dari tangan militan Hamas

Jeffry Wuisan
3 Jul 2025 15:49
3 minutes reading

PRIORITAS, 3/7/25 (Tel Aviv): Amerika Serikat (AS) menjadi penjamin pembebasan 10 sandera hidup dan 18 jenazah sandera yang tewas di tangan militan Hamas.

Pembebasan 28 sandera ini, bagian dari rincian kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari antar Israel dan militan Hamas, yang diusulkan AS.

Berdasarkan rencana revisi yang didukung AS, militan Hamas akan membebaskan secara bertahap para sandera Israel itu,  dengan imbalan tahanan Palestina.

Warga di Jalur Gaza juga akan menerima lebih banyak bantuan, termasuk perundingan untuk mengakhiri perang militan Hamas dengan Israel, yang dijamin AS selama negosiasi tetap serius.

Proposal gencatan senjata jaminan Amerika itu, terdiri dari struktur lima tahap pembebasan sandera.

Semua sandera akan dibebaskan pada hari ketujuh gencatan senjata.

“Usulan ini mengharuskan militan Hamas membebaskan setengah dari sandera yang masih hidup yakni berjumlah 10 orang, serta 18 jenazah dari mereka yang terbunuh saat ditawan”, ungkap sumber yang mengetahui isi proposal tersebut, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Ynetnews, hari Kamis (3/7/25).

Kesepakatan itu, jika disetujui Israel dan militan Hamas, dapat menandai langkah paling signifikan menuju berakhirnya perang di Jalur Gaza.

Cegah eksploitasi

Usulan tersebut dilaporkan mencakup ketentuan tambahan, yang dirancang untuk mencegah eksploitasi politik atas pembebasan sandera.

Dua pejabat mengonfirmasi, militan Hamas wajib menghindari penyelenggaraan ‘upacara pembebasan’ yang dipublikasikan.

Pada pembebasan bulan Februari 2025 lalu, praktik militan Hamas yang memamerkan sandera di atas panggung penuh tulisan hinaan dan dikeliling pasukan bersenjata teror, telah memicu kemarahan di Israel, serta menuai kecaman internasional.

Klarifikasi baru Amerika, yang dibagikan kepada kedua belah pihak bertikai, menyatakan jika tidak ada kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang dalam waktu 60 hari, gencatan senjata akan tetap berlanjut selama negosiasi.

Hal ini dimaksudkan untuk berfungsi sebagai jaminan de facto, Israel tidak akan melanjutkan permusuhan secara sepihak.

Israel belum jelas

Menurut suratkabar Saudi, Asharq Al-Awsat, kelompok militan Hamas setuju dan ‘puas’ dengan jaminan AS tersebut.

Proposal itu juga menugaskan Presiden AS, Donald Trump, untuk mengumumkan kesepakatan itu jika diterima, serta bertindak sebagai penjamin dan sponsornya.

Meskipun pejabat AS telah mengisyaratkan komitmen, sifat pasti dari ‘jaminan’ tersebut masih samar-samar.

Selain itu, belum jelas bagaimana sikap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk berkomitmen pada gencatan senjata dan mengakhiri perang dengan militan Hamas.

Rencana tersebut mencakup penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Jalur Gaza, sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata permanen.

Ketentuan tersebut diperkirakan akan menjadi titik kritis bagi Israel, yang sejauh ini menuntut agar militan Hamas dilucuti sepenuhnya.

Israel juga tetap bersikeras para pemimpin militan Hamas yang tersisa harus diasingkan.

Selain itu, Israel menuntut agar militan Hamas tidak memainkan peran apa pun dalam struktur pemerintahan sipil di Jalur Gaza.

Israel penentu, bukan Hamas

Jika proposal disetujui, Israel kemungkinan mengirim delegasi untuk mulai membahas rinciannya, termasuk sandera mana yang akan dibebaskan terlebih dahulu.

Pejabat Israel mengonfirmasi,  daftar sandera yang akan dibebaskan akan ditentukan Israel, bukan militan Hamas.

Fokus awal kemungkinan besar akan tertuju pada sandera yang berada dalam kondisi kritis, baik secara fisik maupun psikologis.

Para negosiator juga bersiap menghadapi diskusi sulit mengenai tahanan Palestina mana yang mungkin dibebaskan dalam pertukaran itu.

Dalam kesepakatan sebelumnya, militan Hamas telah menuntut pembebasan tokoh-tokoh penting seperti Marwan Barghouti.

Tetapi permintaan itu berulang kali ditolak Israel. (P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x