
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (kiri) berjabat tangan dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada sidang majelis tahun lalu. (BBC)PRIORITAS, 20/9/26 (Jakarta): Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaee pada Sabtu (19/9/26) mengatakan Iran telah menetapkan tujuh syarat kepada Amerika Serikat (AS) sebelum memulai perundingan kedua negara.

“Iran telah mengajukan tujuh syarat kepada pemerintah AS untuk memulai perundingan apa pun,” ucap Rezaee melalui media sosial X.
“Pesan kami jelas dan tegas – jika AS ingin keluar dari kesulitan yang mereka ciptakan sendiri dan tidak ingin terus terjebak di dalamnya, tidak ada pilihan lain selain menerima syarat-syarat dari Iran,” katanya.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang sejumlah lokasi di Iran. Iran kemudian merespons serangan tersebut.

Poin-poin utama syarat yang diajukan Teheran mencakup:
Setelah konflik berlangsung selama berbulan-bulan, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan konflik pada pertengahan Juni. Namun, kedua pihak kembali melancarkan serangan tidak lama setelah kesepakatan tersebut berlaku.
Hingga saat ini, konflik antara kedua negara masih belum menemukan penyelesaian. AS bahkan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dengan menambah beban finansial sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik tersebut. (P-Zamir)

