‘Gencarkan’ masuk Sangihe, nelayan didorong makin cerdas kelola keuangan

Sem Muhaling
Rabu, 16 September 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 16/9/26 (Tahuna): Edukasi mengenai pengelolaan keuangan menyasar masyarakat pesisir di Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (“Gencarkan”) 2026.

Program gelaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo bersama PT BPD Sulawesi Utara Gorontalo atau Bank SulutGo tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kepulauan Sangihe, Tahuna, Selasa (15/9/2026).

Arah kegiatan ini terutama para nelayan, pelaku usaha perikanan dan masyarakat pesisir. Selain meningkatkan pemahaman tentang produk serta layanan jasa keuangan, edukasi tersebut juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenali berbagai risiko dalam transaksi keuangan digital.

Tantangan pengelolaan pendapatan nelayan

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., menyambut pelaksanaan “Gencarkan” sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi keuangan hingga wilayah kepulauan.

Menurut Michael, karakter pendapatan nelayan yang sangat terpengaruh musim dan kondisi cuaca membuat kemampuan mengelola hasil usaha menjadi hal penting. Karena itu, masyarakat perlu memiliki pemahaman mengenai cara menyimpan, menggunakan dan mengatur pendapatan secara aman.

Selain persoalan penghasilan yang tidak selalu tetap, masyarakat juga menghadapi risiko kejahatan keuangan digital. Pinjaman online ilegal dan investasi bodong menjadi beberapa bentuk ancaman yang perlu masyarakat kenali sebelum menggunakan suatu layanan keuangan.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mendukung edukasi tersebut agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko serta kewajiban yang melekat pada produk yang digunakan.

OJK tekankan literasi

Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara Robert H. Sianipar mengatakan pemerataan literasi keuangan menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah kepulauan dan perbatasan.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami layanan jasa keuangan secara menyeluruh. Pengetahuan tersebut mencakup cara bertransaksi, manfaat produk, risiko yang mungkin muncul hingga hak dan kewajiban masyarakat sebagai konsumen.

Melalui “Gencarkan”, OJK bersama industri jasa keuangan berupaya mendekatkan edukasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Ratusan warga pesisir Tahuna mengikuti rangkaian kegiatan edukasi tersebut. Pemberian materi berlangsung secara interaktif agar masyarakat dapat memahami pengelolaan keuangan dalam konteks kehidupan dan aktivitas ekonomi sehari-hari.

BSG Dorong Akses Permodalan

Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa Parengkuan menjelaskan bahwa BSG menjadi Campaign Manager “Gencarkan”  di tingkat Provinsi Sulawesi Utara.

BSG mendorong masyarakat pesisir memanfaatkan akses layanan perbankan yang tersedia di wilayah kepulauan. Selain jaringan layanan perbankan, masyarakat juga mendapatkan pengenalan pilihan pembiayaan untuk mendukung kegiatan usaha, termasuk KUR Mikro Nelayan BSG.

Louisa juga menekankan pentingnya kemampuan nelayan mengatur pendapatannya ketika hasil tangkapan meningkat. Sebagian pendapatan dapat nelayan sisihkan untuk kebutuhan darurat sehingga tidak seluruh hasil usaha langsung habis untuk kebutuhan konsumsi.

Di sisi lain, pemanfaatan layanan transaksi digital juga perlu dibarengi kewaspadaan. Louisa berharap masyarakat dapat memastikan keamanan transaksi dan memahami penggunaan layanan sebelum melakukan aktivitas keuangan.

Harapkan tak hanya edukasi

Melansir Komentarnews.co, pelaksanaan “Gencarkan” di Sangihe turut diisi penyerahan simbolis buku tabungan dan akses kredit usaha kepada perwakilan nelayan. Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa literasi keuangan diarahkan berjalan beriringan dengan perluasan akses terhadap layanan jasa keuangan.

Kolaborasi OJK, Bank SulutGo dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan secara bertanggung jawab.

Bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan, kemampuan mengelola pendapatan, mengenali risiko layanan keuangan serta memilih produk yang sesuai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga.

Dengan demikian, “Gencarkan” di Sangihe tidak hanya menjadi kegiatan edukasi, tetapi juga menjadi upaya mempertemukan masyarakat dengan informasi dan akses layanan keuangan yang lebih aman serta sesuai kebutuhan. (P-*/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025