Proyeksi kebijakan suku bunga The Fed buka peluang penguatan rupiah dan emas dunia

Zamir Ambia
Rabu, 16 September 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 16/9/26 (Jakarta): Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) berpeluang mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan September 2026. Skenario tersebut berpotensi memberi angin segar bagi mata uang rupiah dan memicu kenaikan harga emas dunia.

Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan pandangan berbeda dari sejumlah analis yang memperkirakan kenaikan suku bunga. Menurutnya, pergerakan inflasi sangat menentukan arah kebijakan bank sentral AS.

Proyeksi sikap The Fed dan inflasi AS

Ibrahim merujuk pada pernyataan pejabat bank sentral dalam pertemuan sebelumnya. Ia mengungkapkan, “Saya melihat Kevin Warsh dalam pertemuan tersebut kemungkinan besar masih akan mempertahankan suku bunga. Saya masih mendengarkan, ya, pernyataan dari Kevin Warsh pada saat pertemuan di bulan Agustus dengan dia mengatakan suku bunga Bank Sentral Amerika saat ini sudah terlalu tinggi.”

Tekanan inflasi di AS tetap berpotensi memicu pengetatan kebijakan. Ibrahim menambahkan pidato terbaru di Kongres, “Nah, tetapi di bulan September, ya, di minggu pertama pada saat Kevin Warsh berpidato, ya, di Kongres, dia mengatakan suku bunga akan dinaikkan apabila inflasi akan tetap tinggi.”

Lonjakan harga bahan pokok dan energi utamanya memicu tekanan inflasi tersebut. Kondisi ini mendasari perkiraan para ekonom mengenai potensi kenaikan suku bunga, seperti disampaikan Ibrahim: “Nah, sehingga ini dijadikan acuan bagi para ekonom maupun analis maupun pengamat mengatakan Bank Sentral Amerika akan menaikkan suku bunga disebabkan oleh naiknya harga-harga bahan pokok termasuk energi, ya, gasoline di Amerika terus mengalami kenaikan saat ini.”

Dampak kebijakan terhadap pasar finansial

Keputusan mempertahankan suku bunga membawa sentimen positif bagi pasar keuangan negara berkembang, termasuk Indonesia. Terkait dampaknya, Ibrahim memaparkan, “Terus dampaknya seperti apa pada saat bank sentral ini akan mempertahankan suku bunga? Ya, dampaknya ini pun juga akan berdampak positif, ya, terhadap penguatan mata uang rupiah ke depan, ya, walaupun penguatannya terbatas.”

Aset emas dunia turut berpeluang bangkit dari koreksi harga jika bank sentral menahan suku bunga. Ibrahim menjelaskan reaksi pasar, “Kemudian harga emas dunia pun juga tadinya terkoreksi kemungkinan besar ini juga akan kembali mengalami penguatan, ya, karena informasi mempertahankan suku bunga ini pasti akan direspons positif.”

Skenario sebaliknya berupa kenaikan suku bunga berisiko memicu aksi lepas aset dan pembalikan modal asing ke AS. Terkait risiko tersebut, Ibrahim memperingatkan, “Ini akan berdampak negatif, ya, terhadap IHSG, terhadap mata uang rupiah, juga terhadap investor-investor asing, melakukan penarikan dana disebabkan pada saat suku bunga tinggi berarti yield obligasi di Amerika pun juga mengalami kenaikan dan ini berdampak negatif, ya, terhadap arus modal asing kembali keluar.” (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025