
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/26) tadi malam. (Courtesy Kompas.com/Baharudin Al Farisi)PRIORITAS, 2/8/26 (Jakarta): “Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini, maka itu tidak boleh ada yang mengacak-acaknya,” ungkap Menteri Agama Nasaruddin yang juga mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Sebab, menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah kendali Presiden Prabowo Subianto telah berada di jalur yang tepat.

“Di tengah dinamika global, kita patut bersyukur karena pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto berjalan pada jalur yang tepat,” tuturnya dalam Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/26) semalam.

Zikir dan Doa Kebangsaan Tingkat Kenegaraan 1448 H/2026 M digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/26) malam. (Tangkapan Layar YouTube TVRI)
Selanjutnya Nasaruddin mengatakan, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat peradaban dunia pada masa depan.
Hal itu, menurutnya, didukung stabilitas ekonomi serta kondisi sosial dan politik yang lebih kondusif dibandingkan sejumlah negara yang masih dilanda konflik.

Nasaruddin juga menilai Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi bukti bahwa kerukunan tetap terjaga di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Banggakan program MBG dan cek CKG
Di samping itu, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membanggakan capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan cek kesehatan gratis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Program makan bergizi gratis telah memberikan manfaat kepada lebih dari 11 juta siswa dan santri, dan program cek kesehatan gratis telah menjangkau lebih dari 1,2 juta siswa dan santri,” ujarnya.
Juga Nasaruddin mengaku bersyukur Kementerian Agama dapat ikut berkontribusi menyukseskan program-program prioritas tersebut.
“Bapak Ibu sekalian, Kementerian Agama bersyukur dapat berkontribusi menyukseskan berbagai program prioritas presiden, sebagai bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” jelas Nasaruddin.
Dari latar belakang keyakinan berbeda
Dilaporkan, ribuan umat dan tokoh lintas agama berkumpul untuk mendoakan bangsa meski berasal dari latar belakang keyakinan yang berbeda.
“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini, maka itu tidak boleh ada yang mengacak-acaknya,” katanya lagi.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Agama menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/26), yang menjadi penanda dimulainya Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Adapun acara tersebut berlangsung mulai pukul 17.00 WIB hingga 21.30 WIB.
Terkait itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan, acara diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan dan kebangsaan, mulai dari zikir bersama, khataman Al Quran, shalat Magrib berjamaah, penampilan hadrah, hingga Shalawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Selain itu, demikian Kompas.com, acara juga diisi pembacaan ayat suci Al Quran oleh Muhammad Zian Fahrezi serta doa bersama lintas agama yang dipimpin tokoh agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. (P-*/jr)

