IDF berhasil bunuh teroris penculik gadis Noa Argamani

Jeffry Wuisan
Sabtu, 1 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, (1/8/26) (Jerusalem): Israel Defense Forces (IDF) atau Angkatan Bersenjata Israel, mengumumkan, berhasil melacak dan membunuh teroris yang menculik gadis Noa Argamani dan pacarnya, Avinatan Or.


Keduanya adalah pasangan kekasih asal Israel yang diculik bersama saat ribuan teroris Hamas dan pendukungnya menyerbu Festival Musik Nova di Kibbutz Re’im pada 7 Oktober 2023.

Satuan intelijen terpadu Israel memang melakukan pelacakan intensif terhadap semua teroris pelaku penculikan, pembunuhan dan pemerkosaan dalam penyerbuan ke Israel Selatan pada saat itu.

Dua teroris Hamas dan pendukungnya yang sudah lama jadi incaran militer Israel akhirnya terdeteksi dan langsung dihabisi.


Mereka adalah Ahmed Hussein Mohammed Kafina dan Abdelrahim Abdelhai Yusuf Khirdi.

Menurut Jerusalem Post sesuai konfirmasi militer Israel hari Jumat (waktu setempat), kedua teroris itu tewas dalam serangan udara terpisah pada hari Selasa dan Rabu.

Kafina termasuk di antara mereka yang menyerbu Israel selama pembantaian 7 Oktober.

Ia juga Komandan wilayah Gaza tengah dalam organisasi teroris Kataeb al-Mujahideen.

Menurut militer Israel, selain berpartisipasi dalam penculikan Avinatan Or dan Noa Argamani, teroris Kafina juga mengarahkan orang lain yang terlibat dalam penculikan Sudthisak Rinthalak.

Teroris Ahmed Hussein Mohammed Kafina.(idf)

Kafina terpantau tetap aktif sepanjang perang dan baru-baru ini terus memajukan rencana untuk menyerang pasukan IDF dan warga sipil Israel.

Brigade Mujahidin adalah kelompok teroris Islamis yang berbasis di Gaza, namun berbeda dari Hamas dan Jihad Islam Palestina.

Serangan yang menewaskan Kafina terjadi beberapa hari sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan tentang perlucutan senjata Hamas.

Dokter di RS Shifa Gaza

Sedangkan Khirdi ternyata seorang wakil komandan di sayap militer Hamas yang terlibat dalam penahanan Romi Gonen dan jenazah Sersan Noa Marciano.

Khirdi juga termasuk di antara teroris yang menyerang Israel selama pembantaian 7 Oktober.

Menurut IDF dan Shin Bet, dia juga menyamar bekerja sebagai dokter di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza.

Pada awal perang, Khirdi terlibat dalam menahan Gonen di wilayah Divisi Gaza dan di Rumah Sakit Shifa.

Dia juga terlibat dalam menahan jenazah Marciano di wilayah Divisi Kota Gaza hingga ditemukan IDF.

Teroris Abdelrahim Abdelhai Yusuf Khirdi.(idf)

 

Menurut pasukan keamanan Israel, Khirdi terus meningkatkan aktivitas teroris terhadap pasukan IDF dan warga sipil Israel sepanjang perang, terutama dalam beberapa pekan terakhir.

Gambaran kengerian

Penculikan Noa dan Avinatan dari sebuah festival musik menjadi salahsatu gambaran abadi tentang kengerian yang dialami warga Israel pada 7 Oktober itu.

Dalam rekaman video yang diperoleh pasukan Israel, Noa sempat berontak ketika diculik, namun dua teroris tetap membawanya dengan sepeda motor ke markas mereka di Gaza.

Noa Argamani (25 tahun) berhasil diselamatkan setelah militer Israel dalam Operasi Arnon menyerbu lokasi persembunyian teroris Hamas di Nuseirat jalur Gaza pada 8 Juni 2024.

Noa Argamani, menghabiskan lebih dari dua tahun dalam tahanan teroris Hamas.

Dalam kesaksiannya di hadapan pejabat Dewan Keamanan di markas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) New York, Noa Argamani mengaku mengalami kengerian selama ditawan para teroris.

Sedangkan Avinatan Or (32 tahun), yang ditahan terpisah, kemudian dibebaskan pada Oktober 2025 saat kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas.

Avinatan Or dibebaskan dari penahanan setelah dua tahun dan dipertemukan kembali dengan pasangannya, Noa Argamani, yang juga disandera di Gaza.

Puluhan ribu orang tewas

Dalam serangan teroris Hamas bersama Jihad Islam serta Mujahidin ke Israel Selatan, sebanyak 1200 orang tewas termasuk 378 orang di Festival Musik Nova.

Sebanyak 251 orang juga diculik teroris dan dibawa ke sejumlah terowongan bawah tanah.

Pasukan Israel kemudian melancarkan serangan balik ke Jalur Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober tersebu, dan telah melanjutkannya selama dua tahun lebih hingga kini.

Serangan balasan Israel telah mengakibatkan lebih dari 73.349 kematian warga Palestina dan lebih dari 174.162 orang terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Militer Israel mengungkapkan telah membunuh sekitar 25.000 teroris (terutama Hamas dan Palestinian Islamic Jihad) di Gaza sejak 7 Oktober 2023. (P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan