Tonton Youtube BP

Viral pesawat Batik Air miring saat mendarat di Bandara Soetta

Khalied Malvino
29 Jun 2025 16:06
2 minutes reading

PRIORITAS, 29/6/25 (Tangerang): Pesawat Batik Air PK-LDJ nyaris kehilangan keseimbangan saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (28/6/25). Kondisi cuaca ekstrem jadi penyebab utama.

Hujan deras mengguyur area bandara disertai angin kencang. Dalam video yang beredar di media sosial, roda kiri pesawat terlihat tidak menyentuh landasan selama beberapa detik.

Manuver pilot menjaga keseimbangan pesawat langsung jadi perhatian. Beberapa penumpang mengaku tegang, meski pesawat akhirnya berhasil melaju stabil menuju terminal.

Danang Mandala Prihantoro menjelaskan pesawat tidak mengalami insiden tergelincir saat proses pendaratan.

“Pendaratan pesawat berlangsung dalam kondisi aman dan telah mengikuti seluruh prosedur operasional standar penerbangan,” kata Corporate Communications Strategic of Batik Air itu seperti dikutip Beritasatu, Minggu (29/6/25).

Ada peningkatan kecepatan

Danang menuturkan, tim operasional Batik Air mengonfirmasi adanya peningkatan kecepatan angin dari arah samping (crosswind) menjelang roda menyentuh landasan. Kecepatan angin naik mendadak, tapi masih dalam batas wajar sesuai regulasi penerbangan.

“Perlu kami sampaikan bahwa secara limitasi kecepatan angin, tidak ada yang dilanggar,” ujar Danang.

Danang menekankan, teknisi Batik Air langsung mengecek kondisi pesawat usai pendaratan. Hasil inspeksi tidak menemukan kerusakan berarti.

“Pesawat dinyatakan aman serta layak untuk kembali beroperasi,” sambung Danang.

Danang menegaskan, keselamatan penumpang Batik Air jadi prioritas utama. Perusahaan menyebut pihaknya selalu menjalankan prosedur sesuai standar keselamatan global.

Ratusan penumpang sempat tegang

Video rekaman pendaratan viral di platform X dan Instagram. Beberapa penumpang menyebut momen itu sebagai “detik-detik mencengangkan”.

“Pesawatnya miring parah. Hampir nyium landasan pake sayap,” tulis akun media sosial @riskyaviation.

Kejadian ini mengingatkan pada pentingnya pelatihan pilot dalam menangani situasi cuaca ekstrem. Crosswind landing termasuk salah satu skenario latihan yang rutin dilakukan maskapai.

Dalam SOP penerbangan, pilot wajib menghitung kecepatan angin maksimum yang aman untuk manuver mendarat. Keputusan tetap melanjutkan pendaratan diambil berdasarkan data kokpit real-time.

Hingga kini, pihak AirNav dan otoritas bandara belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait fenomena ini. Namun, rekaman radar dan log penerbangan telah diamankan sebagai dokumentasi internal. (P-Khalied Malvino)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x