

PRIORITAS, 19/6/26 (Manado): Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mengajak gereja-gereja di Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan keluarga. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Konvensi Pastoral Nasional (Konpasnas) 2026 yang digelar di Institut Agama Kristen Negeri Manado, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Antaranews melaporkan, menurut Veronica, keluarga merupakan lingkungan pertama dan paling penting dalam membentuk karakter, rasa aman, serta harga diri seorang anak. Karena itu, berbagai upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak harus dimulai dari penguatan institusi keluarga.

Dalam pemaparannya, Veronica Tan menegaskan bahwa pelayanan gereja tidak cukup hanya berfokus pada kegiatan seremonial dan ritual keagamaan. Gereja perlu hadir lebih dekat dengan berbagai persoalan yang dihadapi keluarga, termasuk pengasuhan anak, perlindungan perempuan, hingga pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.
Ia menilai masih banyak kasus yang menunjukkan perempuan berada dalam posisi rentan, sementara anak-anak belum memperoleh perlindungan yang memadai. Karena itu, peran komunitas gereja dinilai sangat strategis untuk membangun kepedulian, empati, dan solidaritas dalam masyarakat.
Selain berbicara mengenai perlindungan perempuan dan anak, Veronica Tan juga memperkenalkan praktik pemberdayaan perempuan melalui program kebun pangan lokal yang telah dikembangkan di wilayah Nusa Tenggara Timur. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperkuat ketahanan keluarga.
Ia berharap gereja dan berbagai elemen masyarakat dapat mendukung pengembangan program serupa guna memperluas manfaat pemberdayaan perempuan di berbagai daerah.

Mengutip relis IAKN Manado, forum Konpasnas 2026 mengusung tema “Pastoral dan Ekklesia Domestika: Penguatan Pastoral Keluarga untuk Perwujudan Peran Gereja bagi Bangsa”. Dalam kesempatan tersebut, Veronica juga mengajak para pemimpin gereja menjadikan keluarga sebagai ruang utama pertumbuhan iman, kasih, dan pembentukan karakter generasi muda.
Sementara itu, Rektor IAKN Manado, Olivia Wuwung, menyambut baik kehadiran Wamen PPPA dan menegaskan bahwa pelayanan pastoral masa kini tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga harus menjawab tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.
Kegiatan Konpasnas 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, dan gereja dalam membangun keluarga yang tangguh serta menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan upaya perlindungan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif hingga ke tingkat keluarga. (P-*r/sm)

