27.3 C
Jakarta
Friday, June 14, 2024

    Topografi Indonesia, kurang ramah dengan mobil matik

    Terkait

    PRIORITAS, 3/5/24 (Jakarta) : Topografi Indonesia yang berbentuk tiga dimensi sehingga mengakibatkan banyak permukaan jalannya terdapat tanjakan berkemiringan ekstrem dan berbukit, menjadi kurang ramah dengan mobil matik. Olehnya, untuk faktor keamanan, kenyamanan dan awetnya kendaraan, mobil matik jangan dipaksa melibas tanjakan ekstrem.

    Jamaludin, Head of Nissan Academy PT Nissan Motor Indonesia (NMI), mengatakan, kondisi jalan di Indonesia tidak selalu landai. Banyak dataran tinggi dijumpai di Tanah Air, oleh sebab itu masih banyak jalan menanjak.

    ”Tidak semua mobil bisa dengan mudah melibas tanjakan seperti mobil-mobil modern dengan transmisi matik. Memaksakan mobil matik untuk melibas suatu tanjakan ekstrem dalam durasi cukup lama dapat menyebabkan transmisi overheat dan memicu kerusakan,” kata Jamaludin.

    Jamaludin, menambahkan, overheat pada transmisi matik terjadi lantaran adanya perbedaan putaran antara mesin dan laju kendaraan.

    “Ketika putaran mesin atau Rpm tinggi dan terjadi selip di dalam torque converter sangat besar maka oli transmisi akan menjadi lebih panas, sehingga diperlukan pendinginan yang memadai,” ucap Jamal dikutip Kompas.com, belum lama ini.

    Tak seperti transmisi manual, menurut Jamal, transmisi matik membutuhkan oli dengan suhu kerja stabil pada batasannya agar kekentalan oli cukup untuk bekerja pada putaran maksimal namun tidak sampai merusak.

    Jamal mengatakan komponen-komponen transmisi matik, seperti clucth & brake bisa rusak bila sampai suhu olinya di atas ambang batas. “Pengguna sebaiknya tidak memaksakan mobil matik dengan membuat mesin berputar terlalu kencang namun laju mobil pelan, biasanya ini terjadi di tanjakan atau saat mobil menerima beban berat,” ucap Jamal.

    Untuk mengantisipasi hal tersebut, pada transmisi matik terdapat pendingin oli yang mengambil pada sistem pendingin mesin. Harapannya, oli matik tidak cepat mengalami overheat.

    “Selain itu, pada transmisi matik juga terdapat sensor suhu oli, sensor ini akan memberikan informasi ke transmission control module (TCM) dan mengamankan komponen ketika terjadi panas berlebih dengan membatasi performanya,” ucap Jamal.

    Maka dari itu, pengemudi sebaiknya tidak membebani transmisi matik dengan membuat putaran mesin tinggi sementara laju mobil pelan dalam waktu yang lama. “Semakin banyak selisih putaran mesin dengan kecepatan kendaraan akan membuat suhu oli transmisi makin mudah naik, seperti memaksakan mobil melibas tanjakan ekstrem,” pungkasnya. (P-KPS/wl)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini