PRIORITAS, 16/19/24 (Jakarta): Israel memang negara yang sulit dikendalikan oleh siapa saja, termasuk PBB. Bahkan Israel dengan beraninya mem-persona non-grata-kan Antonio Guterres yang Sekjen PBB, karena antara lain tidak mengecam tindakan Iran menyerang Israel. Persona non-grata artinya orang yang tidak diinginkan, dan tak diizinkan hadir di suatu wilayah tertentu, khususnya Israel dan sekitarnya.

Namun, ternyata ada sebanyak 105 negara telah mendukung surat yang diprakarsai oleh Chili untuk tetap mendukung Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, setelah di-persona non grata-kan oleh Pemerintah Israel tersebut.
Artinya, meski hanya merupakan pernyataan dukungan (atas surat Chili), ini dianggap bentuk sikap keberanian mereka dalam melawan Israel yang telah disebut melakukan aksi kekerasan di Palestina dan ledakan besar di Lebanon.
Dilaporkan, misi Chili untuk PBB mempelopori inisiatif ini, telah menerima dukungan awal dari Brasil, Kolombia, Afrika Selatan, Uganda, Indonesia, Spanyol, Guyana, dan Meksiko, demikian menurut Kementerian Luar Negeri Chili.
Sebagaimana melansir Almayadeen, surat tersebut mengecam keputusan yang dibuat oleh Kementerian Luar Negeri Israel, dengan menegaskan, tindakan tersebut merusak kemampuan PBB untuk memenuhi mandatnya, yang mencakup mediasi konflik dan pemberian bantuan kemanusiaan.
Cerminkan pengakuan masyarakat internasional
Bagi Chili, dukungan luar biasa dari 105 negara mencerminkan pengakuan masyarakat internasional atas upaya Guterres dan peran PBB, serta kepemimpinan Chili di arena multilateral.
Dinilai, sikap pemerintah Israel terhadap Sekretaris Jenderal PBB dapat semakin menghambat upaya untuk mengakhiri permusuhan dan membangun jalur yang kredibel menuju solusi dua negara.
Diketahui, surat itu memperingatkan, mendesak penghormatan terhadap kepemimpinan dan misi PBB. Surat itu juga menggarisbawahi, dalam periode yang ditandai oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, peran Sekretaris Jenderal sangat penting untuk mendorong dialog dan mempromosikan perdamaian dan pemahaman di antara pihak-pihak yang bertikai, serta mendorong hubungan persahabatan antarnegara.
Pada bagian lain, surat itu menegaskan, kerja sama yang konstruktif dengan PBB sangat penting untuk mengatasi tantangan saat ini dan mencapai masa depan yang damai.
Dinyatakan persona non-grata
Dilaporkan, sebelumnya Guterres dinyatakan sebagai persona non-grata oleh Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, yang menyebutnya sebagai “Sekretaris Jenderal anti-Israel yang memberikan dukungan kepada teroris, pemerkosa, dan pembunuh,” karena tidak mengutuk keras serangan balasan Iran terhadap Israel”.
“Siapa pun yang tidak dapat dengan tegas mengutuk serangan keji Iran terhadap Israel tidak pantas menginjakkan kaki di tanah Israel,” kata Katz dalam sebuah pernyataan, merujuk pada Operasi True Promise II Teheran pada tanggal 1 Oktober sebagai balasan atas pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran, Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah, dan Jenderal IRGC Abbas Nilforoushan oleh Israel.
Diketahui, Operasi True Promise II menyaksikan Iran meluncurkan sedikitnya 200 rudal balistik terhadap fasilitas militer dan intelijen Israel di seluruh wilayah Palestina yang diduduki.
Israel tentu berang, karena tindakan Iran tersebut tidak dikecam Guterres cs.
Lantas, negara mana saja yang menyatakan berani lawan Israel, meski hanya kewat pernyataan dukungan atas surat Chili tersebut?
Selanjutnya berikut ini daftarnya, sebagaimana dilansir CNBCIndonesia.com.
(P-jr) — foto ilustrasi istimewa