
Pjs Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti. (Courtesy CNBC Indonesia/Faisal Rahman)PRIORITAS, 4/8/26 (Jakarta): Secara resmi Bank Indonesia (BI) mengumumkan terjadi penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir Juli 2026 setelah melemah sejak pertengahan Juni 2026.
“Rupiah kembali menguat ke level 17.994 per US$ pada 31 Juli 2026 setelah sempat melemah pertengahan Juni 2026,” ungkap Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam konferensi pers di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Senin (3/8/26) kemarin.
Didukung mengalirnya modal asing
Adapun penguatan rupiah didukung oleh mengalirnya modal asing ke dalam negeri melalui Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), seiring peningkatan imbal hasil buat investor.
Selain itu, BI juga telah mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate pada level 5,75 persen.
“Kemudian kebijakan lain untuk meningkatkan aliran masuk investasi asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,” jelasnya, dikutip media.
Intervensi valuta asing
Selanjutnya Destry Damayanti menambahkan, demikian CNBC Indonesia, BI juga melakukan penguatan melalui intervensi valuta asing baik di pasar domestik maupun luar negeri. (P-*/se)