Agustus 2026 APBN devisit sebesar Rp240,1 triliun

Armin Mandika
Jumat, 18 September 2026
NASIONAL 0 61
1 menit membaca

PRIORITAS, 18/9/26 (Jakarta): Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp240,1 triliun  dari Produk Domestik Bruto (PDB) per Agustus 2026.

Sebagaimana Kementerian Keuangan mencatat defisit APBN terjadi karena belanja negara lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara.

Menurut Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada akhir Agustus 2026 kinerja APBN tetap kuat dengan keseimbangan primer yang positif dan defisit disebut tetap dalam batasan yang terkendali.

“Ini artinya memang perjalanan APBN-nya relatively on track,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat seperti dilansir CNN Indonesia, Jumat (18/9/26).

Sampai Agustus 2026, pemerintah mencatat pendapatan negara sebesar Rp2.055,69 triliun. Realisasi ini naik 25,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Penerimaan dan belanja

Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp1.619,3 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp435,1 triliun, dan penerimaan hibah Rp1,2 triliun.

Sedangkan belanja negara hingga Agustus 2026 mencapai Rp2.295,7 triliun atau naik 17,1 persen secara tahunan.

Adapun belanja negara berasal dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.791,5 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) Rp504,3 triliun. Di sisi lain, keseimbangan primer APBN hingga Agustus 2026 tercatat surplus sebesar Rp154 triliun.(P-*/am)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025