Imigran Yahudi yang baru tiba dari Manipur, India, anggota komunitas ‘Bnei Menashe’, tiba di Bandara Ben Gurion pada 22 Maret 2018 (flash90-thejc)PRIORITAS, 1/12/25 (Tel Aviv): Pemerintah Israel pada hari Minggu menyetujui migrasi 1.200 anggota keturunan Yahudi, dari suku Bnei Menashe di India, untuk pulang ke Israel paling lambat akhir tahun 2026. Sekitar 5.800 keturunan Yahudi lagi akan pulang pada tahun 2030.
Ajakan pulang juga dilayangkan ke komunitas Yahudi Indonesia, terutama yang berpusat di Tondano, Kabupaten Minahasa, propinsi Sulawesi Utara.
Menurut informasi yang diterima Beritaprioritas.com, hari Senin (1/12/25), keputusan tersebut diprakarsai Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Kementrian Aliyah Israel, dan Menteri Integrasi, Ofir Sofer, bekerja sama dengan Menteri Keuangan, Bezalel Smotrich serta Menteri Elkin.
Proses pemulangan ini diharapkan dapat membawa seluruh komunitas Bnei Menashe, yang sering dijuluki “Yahudi yang terlupakan” di India, ke Israel dan menyatukan kembali dengan keluarga Yahudi lainnya.
Netanyahu juga mengungkapkan, para imigran Yahudi itu akan menetap di Nof HaGalil wilayah utara dan Galilea, sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat dan mengembangkan wilayah tersebut.
Pemerintah Israel akan memberikan bantuan keuangan, kursus bahasa Ibrani, dukungan pekerjaan dan bantuan perumahan untuk membantu integrasi mereka di tempat tinggal yang baru.
Penempatan lokasi pemukiman bagi kaum Yahudi baru ini, lapor media The Jewish Chronicle, bekerja sama dengan Menteri Zeev Elkin, yang bertugas di Kementerian Keuangan dan bertanggung jawab atas Direktorat Rehabilitasi Utara.
12 suku Israel
Bnei Menashe adalah komunitas Yahudi etnis Tibet-Burma yang sudah ada sejak tahun 1951 di daerah perbatasan antara India, Tibet, dan Bhutan.
Mereka adalah komunitas yang sebagian besar beragama Kristen di India Utara, sebelum gerakan Yahudi berkembang berdasarkan kepercayaan mereka adalah keturunan salah satu suku yang hilang.

Anak-anak Bnei Menashe meniup shofar.(ynetnews)
Suku itu mengarah ke Menashe, salah satu putra Yusuf seperti tertulis dalam Alkitab.
12 suku Bani Israel seperti tertulis dalam Alkitab adalah keturunan Yakub. Yakub adalah anak dari Ishak, putra Abraham.
Masing-masing suku bani Israel itu adalah, suku Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Dan, Naftali, Gad, Asyer, Ishakar, Zebulon, Yusuf (yang diwaliki dua putranya Efraim dan Menashe), dan Benyamin.
Israel tidak mengizinkan suku Menashe dari India tersebut untuk melakukan Aliyah (gerakan kaum Yahudi kembali ke tanah leluhur) hingga tahun 2005, ketika Kepala Rabbi Sephardi, Shlomo Amar, mengakui mereka sebagai suku yang hilang.
Anggota komunitas tersebut menunggu sekitar 20 tahun untuk mendapatkan dispensasi khusus dari Knesset (kabinet Israel) agar bisa pindah (pulang) ke Israel.
“Saya menyambut baik keputusan penting dan Zionis yang diadopsi hari ini oleh pemerintah, yang akan membawa gelombang imigrasi tambahan komunitas Bnei Menashe ke Tanah Israel”, kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Yahudi Tondano
Pemimpin komunitas Yahudi di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (di mana satu-satunya sinagoga aktif di Indonesia berada), Rabbi Yaakov Baruch, mengakui ada ajakan untuk pulang ke Israel.
Tetapi menurut dia, hal itu adalah bagian dari undangan yang lebih luas dari organisasi Yahudi global, bukan seruan langsung dari PM Netanyahu, yang ditujukan kepada Indonesia secara spesifik, di mana kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik formal.
“Tapi lewat lembaga Yahudi yang mengurusi hal tersebut,” ungkap dia seperti dilaporkan CNN Indonesia.

Rabbi Yaakov Baruch saat ibadah Paskah di Sinagoge, Tondano, Minahasa.(yaakovbaruch)
Yaakov juga bercerita sudah lama mendapat tawaran semacam itu. Namun, dia lebih memilih tetap tinggal di Indonesia untuk mengurus komunitas Yahudi di negara ini.
Dalam sebuah webinar ‘The Past and Current Story of the Jews of Indonesia’ yang digelar Kulanu Canada.org tahun 2023 lalu seperti dikutip Beritaprioritas.com, Rabbi Yaakov Baruch, mengatakan ia memiliki darah keturunan Indonesia, karena neneknya menikah dengan orang Indonesia yang berasal dari keluarga muslim.
Begitu pun ibunya menikah dengan orang Indonesia berasal dari keluarga Kristen. “Jadi saya tumbuh dari jalur keluarga Indonesia yang religius. Saya sejak masa kecil tinggal di Jakarta, kemudian pindah ke Manado,” ungkapnya.
Yahudi Belanda
Yaakov Baruch mempelajari latar belakang ibunya yang Yahudi sejak muda, dan mulai meneliti akar Yahudi Belandanya saat kuliah.
Yaakov mengunjungi komunitas Yahudi di Singapura, Israel, Eropa, dan Amerika, lalu memilih studi Yudaisme yang lebih mendalam.
Pada tahun 2000, Yaakov mendirikan sebuah komunitas sinagoge di Manado dan meresmikannya pada tahun 2004, yang dihadiri Israel TV Channel 10.
Meskipun terdapat komunitas Yahudi di Indonesia dengan akar Irak dan Belanda, komunitas-komunitas yang sebelumnya ada di wilayah lain di Indonesia sudah tidak ada lagi.
Pada tahun 2019, komunitas Tondano memutuskan untuk mengubah “minhag” Sinagoge mereka menjadi “minhag” komunitas Yahudi Sephardi Barat atau Spanyol dan Portugis.
Sinagoge Shaar Hashamayim di Tondano itu diresmikan pada tahun 2022.

Pintu depan Sinagoge Shaar HaShamayim di Tondano, Minahasa. (x-maxtollenar)
Menurut data, komunitas Yahudi di Indonesia sangat kecil, dengan perkiraan populasi saat ini antara 100 hingga 1.000 orang.
Banyak di antaranya merupakan keturunan Yahudi Sephardi dan Mizrahi yang telah berasimilasi selama beberapa generasi.
Yudaisme bukan agama yang diakui secara resmi di Indonesia, dan anggota komunitas Yahudi menghadapi tantangan dalam mencantumkan agama mereka pada kartu identitas resmi.
Kerinduan Sion
Menteri Integrasi Israel, Ofir Soferm menyebut gelombang baru suku Yahudi dari India akan bergabung dengan suku Yahudi lain, yang telah memasuki Israel selama dua tahun terakhir dari berbagai komunitas Yahudi di seluruh dunia.
“Imigrasi yang memperkuat ketahanan, solidaritas, dan pembaruan Negara Israel,” ujar Sofer.
Sedangkan Menteri Smotrich menilai penyelesaian imigrasi Bnei Menashe, merupakan pembaruan hubungan dengan saudara-saudara Yahudi lain. “Yang telah menyimpan kerinduan akan Sion di hati mereka selama beberapa generasi”, ujarnya.
Delegasi Israel pertama akan berangkat dalam waktu seminggu ke India, untuk memeriksa kelayakan anggota komunitas Bnei Menashe, menurut Keputusan 2442 dari tahun 2007, yang memungkinkan mereka memasuki Israel untuk tujuan konversi dan naturalisasi.
Setelah daftar tersebut disetujui kepala rabbi Israel dan presiden Mahkamah Rabbinik Agung, para imigran akan memasuki negara itu dengan visa A/5.
Seorang imigran Israel dari komunitas Bnei Menashe di timur laut India, Hanoch Haokip, telah kembali ke negara asalnya, bukan untuk menetap, tetapi untuk membantu mempersiapkan kelompok Bnei Menashe berikutnya, yang akhirnya untuk pindah ke Israel.
“Mereka sangat gembira, sangat emosional. Mereka telah menunggu bertahun-tahun untuk melakukan aliyah. Mereka sangat bahagia,” ujar Haokip, yang bekerja di LSM Shavei Israel.
Shavei adalah organisasi nirlaba yang membantu keturunan Yahudi dan Suku Israel yang Hilang mendapatkan kembali akar mereka dan kembali menjadi orang Yahudi.

Komunitas Bnei Menashe di India pada upacara penyalaan lilin di Churachandpur. (shavei israel-kulanucanada)
Sejak 2700 tahun lalu
Menurut media Israel, Ynetnews, asal-usul suku Bnei Menashe sejak 2700 tahun lalu, saat periode Kekaisaran Asyur memerintah wilayah Israel kuno.
Setelah wafatnya Raja Salomo, bangsa Israel terpecah menjadi dua, masing-masing kerajaan utara yang terdiri dari 10 suku dan kerajaan selatan yang terdiri dari suku Yehuda.
Bangsa Asyur menaklukkan kerajaan utara dan mengasingkan penduduknya, meskipun upaya mereka untuk merebut Yerusalem akhirnya gagal.
Sekitar 140 tahun kemudian, bangsa Babilonia menyerbu tanah Israel, menghancurkan Bait Suci Pertama, dan mengasingkan orang Yahudi ke Babilonia.
Kira-kira 70 tahun setelah itu, beberapa orang Yahudi kembali ke Yerusalem. Namun, kesepuluh suku tersebut diyakini telah lenyap dalam sejarah.
Namun, seperti yang dicatat Freund, “tak seorang pun pernah hilang di mata Tuhan,” dan para nabi berbicara tentang suatu hari nanti ketika kesepuluh suku tersebut akan kembali dari pembuangan ke tanah Israel.
Suku Bnei Menashe dianggap sebagai salah satu dari dua suku yang hilang dan ditemukan pada zaman modern saat ini, bersama dengan orang Yahudi Etiopia, yang diyakini sebagai keturunan Suku Dan.
Jika demikian, masih ada delapan suku yang belum ditemukan.
“Ini adalah perwujudan mimpi yang dimulai 2.700 tahun yang lalu ketika 10 suku dibuang ke pengasingan, dan sungguh luar biasa, kita sekarang menjadi saksi awal kepulangan mereka,” kata Freund.
Ia menyebut ini adalah kisah Zionisme yang luar biasa, dan menggarisbawahi pentingnya Negara Israel sebagai tempat di mana bahkan orang Yahudi yang telah lama terpisah pun masih dapat menemukan jalan kembali.(P-Jeffry W)
No Comments