Prof. Ir. KWA Masengi: Ikan balobo bisa jadi bahan baku sashimi premium berkelas ekspor

Sem Muhaling
Senin, 1 Juni 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 1/6/26 (Manado): Ikan balobo yang selama ini lebih dikenal sebagai ikan konsumsi tradisional di sejumlah wilayah pesisir Indonesia ternyata memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi bahan baku sashimi premium bernilai ekonomi tinggi. Potensi tersebut diungkap dalam kajian yang disusun oleh kalangan akademisi dan pakar perikanan, termasuk dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi.

Kajian tersebut menyoroti bahwa balobo dari famili Belonidae memiliki karakteristik biologis dan kualitas daging yang memungkinkan untuk dikembangkan ke pasar makanan laut premium, asalkan didukung teknologi penangkapan, penanganan pascatangkap, dan sistem rantai dingin yang memadai.

Balobo Dinilai Punya Kualitas untuk Pasar Premium

Pakar perikanan Unsrat menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan sumber daya ikan pelagis yang belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal untuk pasar bernilai tinggi. Selama ini balobo lebih banyak diolah menjadi ikan asin atau produk tradisional lainnya, padahal secara kualitas daging memiliki peluang untuk masuk ke segmen premium.

Karakteristik utama yang menjadi perhatian dalam industri sashimi adalah kesegaran, tekstur daging, warna, aroma, serta kandungan protein. Faktor-faktor tersebut dapat dipenuhi apabila ikan ditangani dengan standar mutu yang ketat sejak ditangkap hingga sampai ke konsumen.

Teknologi Penangkapan Menjadi Kunci

Menurut kajian para akademisi perikanan, kualitas ikan untuk kebutuhan sashimi sangat dipengaruhi metode penangkapan yang digunakan nelayan. Ikan harus ditangkap dengan teknik yang meminimalkan luka fisik dan stres agar kualitas daging tetap terjaga.

Penerapan teknologi penangkapan modern dan peningkatan kapasitas nelayan menjadi salah satu syarat utama apabila balobo ingin diposisikan sebagai komoditas ekspor premium. Penanganan cepat setelah ikan naik ke kapal, termasuk proses pendinginan segera, dinilai menjadi faktor penentu mutu produk.

Pascatangkap Harus Berstandar Internasional

Para peneliti juga menekankan pentingnya sistem rantai dingin (cold chain system) dalam pengembangan industri sashimi berbahan baku balobo.

Mulai dari proses penyortiran, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi harus memenuhi standar keamanan pangan internasional. Tanpa dukungan teknologi pascatangkap yang baik, kualitas ikan akan cepat menurun dan sulit bersaing di pasar global. Pengalaman pengolahan hasil perikanan di Sulawesi Utara menunjukkan bahwa peningkatan teknologi pengolahan mampu meningkatkan mutu sekaligus nilai jual produk perikanan.

Sulawesi Utara Punya Modal Besar

Sebagai daerah maritim, Sulawesi Utara dinilai memiliki modal besar untuk mengembangkan industri perikanan berbasis nilai tambah. Beragam penelitian dari akademisi Unsrat menunjukkan bahwa sektor perikanan merupakan salah satu penggerak ekonomi daerah dengan potensi pengembangan yang masih sangat luas.

Kondisi geografis yang didukung wilayah laut luas, keberadaan nelayan tradisional, serta akses ke jalur perdagangan internasional menjadi keuntungan tersendiri bagi pengembangan komoditas perikanan premium.

Peluang Ekspor dan Hilirisasi Industri

Pengembangan balobo sebagai bahan baku sashimi dinilai tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan nelayan, tetapi juga membuka peluang investasi di sektor pengolahan hasil perikanan, logistik rantai dingin, hingga industri ekspor.

Pakar perikanan Unsrat menilai Indonesia perlu memperkuat hilirisasi agar tidak hanya menjual hasil tangkapan dalam bentuk mentah, melainkan mampu menghasilkan produk premium dengan nilai tambah lebih tinggi. Langkah tersebut sekaligus dapat memperkuat daya saing perikanan nasional di pasar internasional.

Diperlukan Dukungan Riset Berkelanjutan

Meski potensinya besar, pengembangan balobo sebagai komoditas sashimi premium masih membutuhkan penelitian lanjutan terkait aspek biologi, keamanan pangan, standar mutu, serta preferensi konsumen global.

Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, dan pelaku industri dinilai menjadi faktor penting agar balobo dapat berkembang dari komoditas lokal menjadi produk unggulan ekspor Indonesia.

Dengan dukungan inovasi teknologi dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, ikan balobo berpeluang menjadi salah satu ikon baru industri perikanan premium Indonesia di masa mendatang. (P-Sem)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025