PNS dihadapkan pada dua pilihan, pensiun atau terima THT Rp 1 miliar

Armin Mandika
Senin, 27 Juli 2026
KESRA 0 225
2 menit membaca

PRIORITAS, 26/7/26 (Jakarta): Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN), mulai dari awal masa pengabdian hingga memasuki masa pensiun. Demikian dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh.

Upaya yang dilakukan antara lain melalui program yang disiapkan PT Taspen Life. Menurut Zudan, ASN dapat memanfaatkan beragam pilihan program perencanaan pensiun untuk mengoptimalkan manfaat hari tua melalui investasi yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Adanya komitmen menabung dan berinvestasi secara disiplin, manfaat yang diterima saat pensiun dapat berkembang secara signifikan sesuai dengan skema yang dipilih peserta.

“Menjadi ASN bukan hanya tentang mengabdi kepada negara hari ini, tetapi juga memastikan kualitas hidup yang baik di masa depan,” ujar Zudan dalam BKN Menyapa BKD bertema “Manfaat Tabungan Hari Tua (THT) ASN 1 Miliar” yang digelar secara daring, dikutip Minggu (26/7/26) dikutip CNBC Indonesia.

“Semakin dini perencanaan dilakukan, semakin besar peluang untuk mencapai masa pensiun yang aman, tenang, dan sejahtera,” katanya.

Adapun program kesejahteraan Taspen Life ini di antaranya peluang memperoleh manfaat tabungan hari tua atau THT hingga Rp1 miliar hingga jaminan perlindungan manfaat bagi keluarga apabila peserta menghadapi risiko sebelum memasuki masa pensiun.

Dikatakan Zudan, hal ini menandakan ASN memiliki akses yang semakin luas terhadap berbagai instrumen perencanaan keuangan dan program perlindungan hari tua.

Hal tersebut menjadi peluang bagi ASN untuk menyusun strategi keuangan jangka panjang sesuai kebutuhan dan target kesejahteraan masing-masing.

“ASN harus mulai memikirkan masa depan sejak hari ini. Ketika memasuki masa pensiun, ASN diharapkan tetap produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan finansial yang baik. Karena itu, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur,” jelas Zudan.

Bahkan Zudan juga menekankan pembangunan sumber daya manusia aparatur tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi dan kinerja selama masa kerja, tetapi juga mencakup kesiapan ASN menghadapi masa pensiun dengan kondisi finansial yang sehat dan mandiri.

Dikatakannya, kesejahteraan ASN perlu dipandang secara menyeluruh, mulai dari masa aktif hingga memasuki masa purnatugas.(P-*/am)

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025