27.3 C
Jakarta
Friday, June 14, 2024

    Optimis, Bendahara Negara patok pertumbuhan ekonomi lima persen

    Terkait

    PRIORITAS, 27/4/24 (Jakarta): Berbeda dengan Asian Development Bank (Bank Pembangunan Asia) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 dan 2025 di angka lima persen, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi angka lebih optimis.

    Ya, Menteri Keuangan (Menkeu) ‘meramal’ pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,17 persen pada kuartal I-2024.

    Bendahara Negara ini menyebutkan, proyeksi positif ini dibuat di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

    “Kita prediksi untuk kuartal I-2024 pertumbuhan ekonomi kita di 5,17 persen. Karena baru selesai di Maret, Januari-Maret, kami perkirakan masih bertahan di atas lima persen,” kata dia dalam konferensi pers APBN KiTa edisi April, di Jakarta, Jumat (26/4/24) kemarin.

    “Namun kita waspada terhadap turbulensi dan global yang terjadi,” tambahnya.

    Melihat sejumlah indikator

    Selanjutnya Bendahara Negara ini menjelaskan, proyeksi positif itu dibuat dengan melihat sejumlah indikator aktivitas perekonomian yang terjaga.

    Mulai dari Purchasing Manager Index (PMI) yang meningkat ke level 54,2 pada Maret lalu. Kemudian konsumsi masyarakat juga tetap positif, tercermin dari Indeks Kepercayaan Konsumen yang stabil di angka 123,8. Kemudian, tingkat pengeluaran masyarakat yang diukur lewat Mandiri Spending Index pun terjaga di level 46,9.

    “Jadi overall konsumen cukup baik namun harus waspada karena beberapa mengalami koreksi,” ujarnya.

    Angka proyeksi pertumbuhan ekonomi periode tiga bulan pertama 2024 di atas lima persen tidak jauh berbeda dari proyeksi sejumlah lembaga internasional.

    Misal saja Bloomberg dengan angka proyeksi lima persen, Nomura 5,3 persen, sementara Goldman Sachs memproyeksi 4,9 persen.

    Walaupun masih proyeksi ekonomi Indonesia masih positif, Sri Mulyani menekankan, perumus kebijakan harus tetap hati-hati ke depan.

    Hal ini seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global, utamanya terkait arah suku bunga kebijakan The Federal Reserve dan konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. (P-KC/jr) — foto ilustrasi istimewa

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini