PRIORITAS, 9/8/24 (Washington): Saat ini Amerika Serikat telah mengirimkan pesawat tempur tercanggihnya di kawasan Timur Tengah.
Ya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan pada Kamis (8/8/24) waktu setempat, atau Jumat (9/8/24), kedatangan jet tempur F-22 ke wilayah operasi mereka saat ketegangan meningkat di Timur Tengah.
Dikatakan CENTCOM, F-22 Raptor ialah “bagian dari perubahan postur pasukan AS di kawasan tersebut untuk mengurangi kemungkinan eskalasi regional oleh Iran atau proksinya.”
Diketahui, ketegangan meningkat di Timur Tengah menyusul pembunuhan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh pada 31 Juli di ibu kota Iran, Teheran, dan pembunuhan komandan senior Hizbullah Fuad Shukr oleh Israel di Beirut.
Selama ini Hamas dan Iran menuduh Israel melakukan pembunuhan Haniyeh, sementara Tel Aviv belum mengonfirmasi atau membantah bertanggung jawab.
Namun, Iran bersumpah akan memberikan “hukuman keras” bagi Israel sebagai balasan atas pembunuhan Haniyeh di Iran.
Sementara itu, Hizbullah, kelompok Lebanon, juga diperkirakan akan membalas setelah Israel membunuh Shukr dalam serangan udara di pinggiran selatan Beirut pada 30 Juli.
Sedangkan AS mengatakan tidak mengetahui atau terlibat dalam pembunuhan Haniyeh dan mendesak Iran dan Israel untuk tidak “menambah ketegangan” konflik di wilayah tersebut.
AS siap lindungi Israel
Dari Washington juga dilaporkan, Amerika Serikat (AS) siap melindungi Israel dari serangan Iran.
Washington juga mengumumkan pada Jumat, mereka akan mengerahkan aset militer tambahan ke Timur Tengah.
Peningkatan ketegangan terjadi di tengah serangan Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza yang telah menewaskan hampir 39.600 warga Palestina.
Ini sebagai balasan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.139 warga Israel. (P-ANT/jr) — foto ilustrasi istimewa