28.2 C
Jakarta
Wednesday, May 22, 2024

    Hilangkan ‘Covid-19 fobia’, RS Siloam TB Simatupang terapkan protokoler keamanan

    Terkait

    Jakarta, 29/5/20 (SOLUSSInews.com) – Selama berlangsungnya pandemi Covid-19, tidak bisa dipungkiri banyak masyarakat ketakutan berlebihan untuk keluar rumah karena takut ketularan virus corona tersebut. Termasuk takut untuk datang mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

    Hal inilah yang disebut dengan Covid-19 phobia (fobia). Padahal, itu malah berisiko adanya keterlambatan diagnosa penyakit non-Covid-19, terutama pada mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis.

    Itu sebabnya, RS Siloam TB Simatupang menerapkan protokoler keamanan. Ini demi memastikan keamanan pasien dan menghilangkan Covid-19 fobia saat ke rumah sakit.

    Spesialis paru Siloam Hospitals TB Simatupang, Dokter Henie Widowati, SpP, mengatakan, guna memutus rantai penularan Covid-19, berbagai imbauan telah dikeluarkan mulai dari pemakaian masker, cuci tangan, hingga pembatasan aktifitas di luar rumah.

    Ini mengingat, penulaaran virus corona terjadi akibat adanya droplet atau percikan air liur ataupun bersin dari orang yang positif Covid-19. “Misalnya saja imbauan bagi mereka yang ingin ke rumah sakit apabila kondisi tidak terlalu darurat. Imbauan seperti ini bisa membantu dalam jangka waktu pendek. Namun, jika dalam kondisi terlalu lama, ini bisa menjadi bom waktu,” ungkapnya

    Berisiko memicu frutasi

    Data di Amerika Serikat (AS), menurutnya, menyebutkan, terlalu lama masyarakat dalam keadaan lockdown berisiko memicu frutasi yang pada akhirnya bisa membuat Covid-19 fobia.

    Hal itu terjadi akibat seseorang akan merasa sangat ketakutan keluar rumah dan tertular Covid-19. Ini pun menjadi alasan para pasien untuk enggan datang ke rumah sakit. Sehingga berisiko adanya keterlambatan diagnosisi penyakit non-Covid-19 dan membuat angka kematian menjadi lebih tinggi.

    “Ini perlu diwaspadai untuk khalayak umum, terutama pada mereka yang memiliki penyakit berat dan kronis, seperti jantung, diabtes, dan lainnya. Jika memang ada gejalanya tetap harus ke rumah sakit. Tentunya dengan jaga jarak, memakai masker, dan rajin mencuci tangan,” jelasnya.

    Tidak hanya itu, Dokter Henie menambahkan, kehawatiran para pasien yang memerlukan obat rutin, akan menebus obatnya secara sembarangan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini membuat mereka kebanyakan menebus obat di toko obat, mengingat apotik memerlukan resep dokter dalam memberikan obat rutin tersebut.

    Diperlukan protokoler keamanan

    Kekhawatiran yang muncul ialah, pertama, tidak ada kepastian obat yang dijual asli atau palsu. Kedua, sebenarnya dengan kontrol rutin dokter, ingin memastikan dan menilai perjalanan penyakit apakah bisa dikontrol dengan dosis yang sama. “Hal inilah yang belum disadari oleh pasien itu sendiri yang malah akan membahayakan pasien itu sendiri,” tegasnya.

    Untuk itu, lanjut Dokter Henie, diperlukan protokoler keamanan yang diterapkan rumah sakit selain untuk pasien non-Covid-19. Inindemi memberikan kepastian keamanan kepada para pasien sehingga bisa dilayani dengan baik.

    Nah, menjawab hal ini, Rumah Sakit (RS) Siloam Hospitals TB Simatupang telah menerapkan protokoler keamanan yang diberlakukan bahkan sejak awal pandemi ini terjadi. Mulai pre hospital, screening, hingga pelayanan saat di rumah sakit.

    Pre hospital yang dimaksud ialah pelayanan rumah sakit yang bisa dilakukan di rumah. Salah satunya dengan telemedicine atau tele konsultasi, drive thru, dan layanan home visit.

    Lebih lanjut Dokter Henie memaparkan, hal itu bisa dilakukan untuk kasus yang tidak darurat, tapi pasien merasa khawatir sehingga bisa melihat dokter dan berkonsultasi langsung tanpa harus ke rumah sakit.

    Ini juga bisa dilakukan bagi pasien yang kondisinya tidak membutuhkan obat rutin. “Pada proses screenig sudah dilakukan saat masuk ke rumah sakit dengan melakukan pemeriksaan rapid test. Dengan hasil yang didapat, akan dilakukan pemisahan ruangan atau area antara pasien yang non dengan Covid-19. Di dalam gedung pun kami telah menerapkan berbagai protokoler yang ketat. Salah satunya pembatasan jumlah orang dalam lift,” tegasnya.

    Lebih aman dibandingkan di supermarket.

    Sementara itu, Hospitals Director Siloam Hospitals TB Simatupang, Dokter Harijanto Solaeman, SpP menambahkan, para pasien yang memeiliki penyakit kronis dan diharuskan ke rumah sakit tidak perlu khawatir dan takut.

    Sebab, dengan protokoler keamanan yang diterapkan di Siloam Hospitals TB Simatupang sudah melalukan screening yang berlapis sehingga betul-betul aman saat berada di dalam rumah sakit.

    Bahkan, lanjutnya, protokoler yang diterapkan di rumah sakit lebih aman dibandingkan di supermarket.

    “Jadi tidak perlu takut ke ruah sakiit. Ini merupakan cara kami beradaptasi dengan new normal berdamai dengan Covid-19,” demikian Dokter Harijanto Solaeman. Demikian Staf Media Siloam Hospitals Group. (S-r/JR/jr)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini