27.9 C
Jakarta
Sunday, August 31, 2025

    Ekonomi China masih tumbuh di tengah tekanan AS

    Terkait

    PRIORITAS, 15/7/25 (Beijing): Ekonomi negeri tirai bambu, China, masih bertumbuh 5,2% pada kuartal II 2025, meskipun menghadapi tekanan perang dagang dari Amerika Serikat (AS). Angka ini sedikit melambat 0,2 persen dibanding pertumbuhan pada kuartal I 2025.

    “Prospek ekonomi untuk sisa tahun ini tetap penuh tantangan,” tulis Zichun Huang dari Capital Economics.

    Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi China pada semester pertama tahun ini mencapai 5,3%.

    Pelonggaran sementara tarif tinggi atas ekspor China ke Amerika Serikat, telah mendorong lonjakan pesanan dari perusahaan dan konsumen, di tengah dimulainya kembali perundingan dagang antara kedua negara.

    Perusahaan-perusahaan China juga memperluas ekspor dan produksi ke negara lain seperti Vietnam, untuk mengurangi dampak dari tarif tinggi yang diberlakukan pemerintahan Trump.

    “Secara umum, dengan penerapan kebijakan makro yang lebih proaktif dan efektif, ekonomi nasional mempertahankan pertumbuhan yang stabil dengan momentum yang baik, menunjukkan ketahanan dan vitalitas yang kuat,” demikian pernyataan Biro Statistik Nasional China, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Berita satu.com, hari Selasa (15/7/25).

    Namun, penurunan harga konsumen sebesar 0,1% pada semester I 2025 menunjukkan lemahnya permintaan domestik.

    Ini menjadi tantangan jangka panjang bagi Partai Komunis yang berkuasa, seiring dengan menurunnya populasi dan meningkatnya usia rata-rata penduduk. Kondisi ini memburuk sejak masa pandemi Covid-19.

    Penurunan harga properti dan melambatnya penjualan ritel juga menjadi perhatian.

    Lynne Song dari ING Economics menyebut kedua hal ini sebagai faktor risiko tambahan bagi ekonomi China.

    Louise Loo dari Oxford Economics mengatakan strategi pemotongan harga produsen China untuk bersaing di pasar internasional, justru menambah tekanan deflasi yang dapat menggerus daya saing mereka sendiri.

    Pemerintah China menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% untuk tahun ini, sejalan dengan target tahun sebelumnya.

    Namun, apabila China dan AS gagal mencapai kesepakatan dagang sebelum tenggat waktu 12 Agustus, dan kembalinya tarif AS hingga 245% berisiko menghambat pemulihan ekspor.

    China masih mengandalkan ekspor barang ke luar negeri, sebagai penopang utama pertumbuhan dan lapangan kerja.(P-Jeffry W)

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Headline News

    spot_img

    Terkini