Penangkapan bandar narkoba di Pekalongan, Jawa Tengah. (detik.com)PRIORITAS, 26/11/25 (Jakarta): Suasana di Kelurahan Pringrejo, Kota Pekalongan, tiba-tiba berubah tegang ketika polisi menggerebek sebuah rumah yang dicurigai sebagai pusat peredaran narkoba. Warga juga melaporkan terdengar suara tembakan di permukiman yang biasanya tenang pada Selasa malam (25/11/25).
Aksi penggerebekan itu berawal dari tertangkapnya dua pria di wilayah Tangkil Tengah, Kedungwuni, Pekalongan, yang kedapatan membawa puluhan butir Alprazolam. Kedua orang tersebut mengaku memperoleh barang tersebut dari pria berinisial A (44), warga Pringlangu, Pekalongan Barat. Salah satu tersangka kemudian diminta menunjukkan rumah A.
Ketika tim Opsnal mendekat, suasana di dalam rumah langsung ricuh. Seorang pria muncul sambil menodongkan airsoft gun dan melepaskan tembakan ke arah mobil operasional. Kaca depan sebelah kiri kendaraan polisi pun retak. Sopir yang mengawal tersangka segera bermanuver untuk menghindar, memberi kesempatan bagi petugas lain mencari perlindungan. Tidak ada polisi yang mengalami luka.
Karena kondisi yang semakin berbahaya, polisi harus meminta dukungan tambahan. Personel Satreskrim serta Brimob Subden B Pelopor Pekalongan diterjunkan ke lokasi. Pengepungan berlangsung dalam ketegangan. Petugas mendobrak pintu dan menembakkan tembakan peringatan, sementara dari dalam rumah terdengar suara teriakan yang menunjukkan adanya perlawanan.
“Banyak orang di dalam rumah dan ada yang menggunakan senjata. Karena itu kami meminta back-up untuk mencegah situasi berkembang lebih buruk,” imbuh Kabag Ops Polres Pekalongan Kompol Farid yang memimpin operasi.
Diamankan tanpa menimbulkan korban
Pengepungan berakhir sekitar pukul 01.30 WIB. A berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban. Polisi menyita airsoft gun tipe Barretta M84, sejumlah senjata tajam, serta 24 butir Alprazolam.
Ketua lingkungan RW setempat, Ahmad Tazali, menyebut warga terkejut atas penggerebekan itu.
“Saya lihat ada pistol dan senjata tajam dibawa petugas. Selama ini orangnya dikenal baik, berjualan online dan ikut lomba burung,” imbuhnya, dikutip dari Beritasatu.com.
Dalam operasi itu polisi menangkap tiga orang, termasuk A. Mereka kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Pekalongan.
Kasatresnarkoba Polres Pekalongan Iptu Albertus Sudaryono menyatakan penyidikan belum selesai. “Ini awal untuk menelusuri jaringan yang lebih besar,” katanya. (P-Zamir)
No Comments