
Ilustrasi: Siswa menyantap makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 4 Desa Panton Rayeuk I, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Aceh, Rabu (15/7/2026). Pelaksanaan Program MBG terus berlanjut dengan target menjangkau 82,9 juta penerima manfaat, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). (ANTARA FOTO/Rahmad/tom).PRIORITAS, 20/9/26 (Yogyakarta): Dugaan aksi mengolok-olok korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Karo memicu reaksi keras. Pasalnya, seorang oknum pegawai SPPG di Bantul melontarkan komentar tidak sensitif di media sosial.

Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, sangat menyayangkan insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran harus menunjukkan empati serta rasa kemanusiaan.”Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak. Dalam kondisi seperti ini, yang harus dikedepankan adalah rasa kemanusiaan, empati, sensitivitas, dan saling menghormati,” tegas Wirandita pada Sabtu (19/9/2026).
Selanjutnya, Wirandita meminta seluruh jajaran menjadikan kasus ini sebagai bahan pembelajaran bersama. Ia melarang keras anggota menjadikan musibah penerima manfaat sebagai bahan candaan.
Di sisi lain, proses penanganan kasus dugaan keracunan MBG harus selalu berdasarkan fakta lapangan.”Jangan sampai karena ingin memberikan komentar, justru muncul pernyataan yang tidak sensitif dan kemudian memperbesar persoalan,” kata Wirandita.

Oleh sebab itu, ia mengimbau jajarannya agar senantiasa menjaga etika berkomunikasi di media sosial. Pihaknya mengingatkan bahwa respons utama terhadap korban musibah adalah empati, bukan celaan.
Sementara itu, pihak pengelola sudah memanggil oknum pengawas keuangan tersebut untuk memberikan klarifikasi. Pihak BGN pun bergerak cepat mengambil langkah tegas atas tindakan tersebut.”Yang bersangkutan sudah diklarifikasi oleh jajaran kami dan nanti akan disampaikan kepada publik secara pribadi maupun dari SPPG yang bersangkutan. Dari kami juga sudah memberikan teguran kepada SPPG dan yang bersangkutan,” pungkas Wirandita. (P-*Ant/Gio R)

