
Kompleks Pentagon: Gedung Departemen Perang AS. (Antara/Xinhua)PRIORITAS, 20/9/26 (Washington): Tonggak sejarah terbaru dalam memperluas ‘Gudang Senjata Kebebasan‘ (Arsenal of Freedom) mengemuka, setelah Departemen Perang (DOW) Amerika Serikat pada Kamis (17/9/26) waktu setempat mengumumkan kesepakatan dengan perusahaan pertahanan Lockheed Martin untuk mempertajan kapasitas produksi Rudal udara-ke-udara generasi terbaru ysng semakin dahsyat.

“Departemen Perang, bekerja sama dengan Lockheed Martin, hari ini mengumumkan perjanjian kerangka kerja baru untuk memperluas kapasitas produksi Rudal udara-ke-udara generasi baru yang krusial, AIM-260 Joint Advanced Tactical Missile (JATM),” demikian rilis resmi DOW, dilansir Sputnik/RIA Novosti, dan dikutip Antara.
Sinyal permintaan jangka panjang
Markas Besar Perang Anerika Serikat (AS) atau Pentagon membeberkan, perjanjian tersebut memberikan sinyal permintaan jangka panjang kepada para pemasok komponen, yang memungkinkan Lockheed Martin melakukan investasi tambahan pada kapasitas manufaktur, tenaga kerja, serta proses produksi yang lebih efisien.

“Kesepakatan ini menjadi tonggak sejarah terbaru dalam memperluas ‘Gudang Senjata Kebebasan’ (Arsenal of Freedom) di bawah visi bersama Presiden (AS Donald) Trump dan Menteri (Perang Pete) Hegseth. Ini menetapkan kerangka kerja untuk Pengadaan Multitahun (MYP) JATM di masa depan, sekaligus menjalankan wewenang kongres untuk mengamankan sistem rudal prioritas tertinggi negara,” tambah DOW lagi.
Pada November 2025 lalu, Hegseth menyatakan bahwa Pentagon menargetkan pembangunan kembali Arsenal of Freedom AS, dengan menekankan pentingnya mentransformasikan industri Amerika menjadi basis industri masa perang yang berfokus pada kecepatan dan volume produksi. (P-*/jr)

