
Latihan Olah Strategi Aman Nusa II 2026 digelar Polda Maluku bersama Stamaops Mabes Polri, Jumat (18/9/26). (Courtesy: Antara)PRIORITAS, 18/9/26 (Ambon): Kepolisian Daerah (Polda) Maluku terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di wilayahnya. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan sistem komunikasi dan koordinasi antarsatuan dalam Latihan Olah Strategi Aman Nusa II 2026 yang digelar bersama Stamaops Mabes Polri.
Karo Ops Polda Maluku, Kombes Pol Monang M.Z. Simajuntak, menegaskan, latihan tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan respons cepat seluruh personel di lapangan saat terjadi keadaan darurat.
“Latihan ini menjadi bagian dari upaya Polri memastikan seluruh jajaran memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi situasi bencana. Yang dipersiapkan bukan hanya personel, tetapi juga pola koordinasi, sistem komunikasi, dan mekanisme respons di lapangan,” ujar Monang di Ambon, Jumat (18/9/26).
Polda terapkan apel udara setiap malam
Disampaikan, kondisi geografis Maluku yang didominasi wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam penanggulangan bencana. Oleh karena itu, kecepatan alur informasi dari tingkat atas hingga ke polres jajaran menjadi fokus utama.
Untuk memastikan komunikasi tidak terputus, Polda Maluku menerapkan strategi pengetatan jaringan komunikasi.
Strategi tersebut berupa optimalisasi perangkat HT, penguatan penggunaan handy talky (HT) antar-satuan guna mendukung koordinasi taktis yang membutuhkan keputusan cepat.
Selain itu dilakukan apel udara berkala, yaitu pelaksanaan apel udara secara rutin setiap pukul 21.00 WIT untuk mengecek kesiapan pos-pos wilayah secara berkala.
“Dalam penanganan bencana, kecepatan informasi sangat menentukan kecepatan respons. Karena itu, setiap informasi harus dapat diterima, diteruskan, dan ditindaklanjuti secara cepat melalui sistem komando yang jelas,” tambah Monang.
Uji respons personel lewat skenario RIOS
Untuk menguji kesiapan mental dan pemahaman personel, latihan ini juga menerapkan sistem Rencana Informasi Olah Strategi (RIOS). Dalam simulasi tersebut, kata Monang, para peserta wajib menjawab berbagai pertanyaan taktis sesuai skenario bencana dengan batas waktu ketat.
Melalui metode ini, lanjutnya, personel dilatih agar langsung otomatis bergerak sesuai prosedur saat bencana riil terjadi tanpa harus bingung mencari pola tindakan lagi.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Waastamaops Kapolri, Irjen Pol Laksana. Ia meminta seluruh jajaran Polda hingga Polres di Maluku mengikuti instruksi ini secara serius agar operasi Aman Nusa II dapat berjalan optimal di lapangan. (P-Ant/hdt)